Tujuan pembelajaran :
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Melaksanakan prosedur pemasangan NGT
2. Menjelaskan tujuan pemasangan NGT
3. Menjelaskan kewaspadaan perawat/bidan pada saat melaksanakan pemasangan NGT
4. Melaksanakan prosedur pelaksanaan Huknah
5. Menjelaskan tujuan pelaksanaan Huknah
6. Menjelaskan kewaspadaan perawat/bidan pada saat pelaksanaan Huknah
Isi modul
1. Prosedur pelaksanaan pemasangan NGT
2. Prosedur pelekasanaan Huknah
Protokol standart untuk semua intervensi
Sebelum melakukan tindakan :
1. Memastikan program medis dan lembar persetujuan (informconsen) yang diperlukan
2. Perkenalkan diri anda pada klien serta Pastikan identitas klien
3. jelaskan apa yang akan anda rencanakan, prosedur dan alasan, dalam istilah yang dapat dipahami klien
4. Kaji klien untuk memastikan intervensi yang akan anda lakukan masih relevan / tepat
5. Siapkan peralatan
6. Cuci tangan sebelum kontak klien baru
7. Sesuaikan tempat tidur / kursi pada posisi tinggi yang tepat
8. Patikan bahwa klien nyaman dan anda memiliki ruangan yang cukup untuk melaksanakan tindakan
9. Patikan anda memiliki pencahayaan yang cukup dalam melaksanakan tugas
10. Bila klien ada di tempat tidur, turunkan pagar tempat tidur pada sisi paling dekat anda
11. Berikan privasi untuk klien, tutup pintu, gunakan tirai, atur posisi klien yang memungkinkan privacy klien terpenuhi
Selama melakukan tindakan :
1. Tingkatkan keterlibatan dan kenyamanan klien
2. Kaji toleransi selama prosedur
Akhir protokol ketrampilan :
1. Ucapkan terimakasih atas kerjasama klien
2. Lepaskan sarung tangan (jika menggunakan) dan kemudian cuci tangan
3. Nyamankan klien kembali
4. Kembalikan tempat tidur / kursi di posisi semula
5. Diskusikan dengan klien bila ada hal2 yang harus diketahui klien sehubungan dengan tindakan yang sudah anda lakukan
6. Buang sampah material kotor dalam wadah yang tepat
7. Segera laporkan adanya temuan abnormal
8. Kembalikan material yang tidak digunakan pada tempat yang tepat
9. Dokumentasikan hasil prosedur dan toleransi klien pada format yang tepat
10. Observasi kembali klien bila perlu
PROSEDUR
PELAKSANAAN PEMASANGAN NGT (Naso Gastric Tube)
Insersi slang nasogastrik meliputi pemasangan slang palstik lunak melalui naso-faring klien ke dalam lambung. Slang mempunyai lumen berongga yang memungkinkan baik pembuangan secret gastric & pemasukan cairan ke dalam lambung.
Pendelegasian
Insersi, pemasangan, dan pembenaman slang nasogastrik tidak boleh didelegasikan kepada personel asisten.
Persiapan alat
1. Slang nasogastrik berdiameter kecil (8 – 12 French) dengan kawat penuntun atau stylet
2. Pelumas larut air
3. Spuit berujung kateter 60 ml atau (Asepto bulb - bila ada)
4. Stetoskope
5. Lampu senter
6. Plester hipoalergik & tinktur benzoin
7. Strip indicator pH (skala 0 – 14,0), bila ada
8. Segelas air dan sedotan
9. Baskom
10. Klem
11. Bengkok
12. Handuk mandi, tisu wajah
13. Spatel lidah
14. Sarung tangan
Prosedur
Langkah – Langkah
Rasional
1 Persiapan klien awal : ikuti Protokol Standart (lihat lampiran)
Menghindari kesalahan prosedur
2 Bantu klien untuk posisi Fowler tinggi (posisi setengah duduk, posisi kepala lebih tinggi 45 - 600) dengan bantal di belakang s.d bahu
Meningkatkan kemampuan klien untuk menelan & posisi fowler mengurangi resiko aspirasi
3 Berdirilah di sisi kanan tempat tidur klien
Memungkinkan manipulasi slang lebih mudah.
4 Tempatkan handuk mandi di atas dada klien. Pertahankan tisu wajah dalam jangkauan klien
Mencegah membasahi pakaian klien. Pemasukan slang dapat menghasilkan air mata yang keluar
5 Tutup salah satu lubang hidung. Instruksikan klien untuk rileks & bernafas secara normal saat menutup satu lobang hidung. Kemudian ulangi prosedur untuk lubang hidung yang lain. Pilih salah satu lobang hidung dengan aliran udara paling besar.
Memungkinkan slang lebih mudah masuk melalui lubang hidung yang lebih lancer.
6 Tentukan panjang slang yang akan dimasukkan & tandai dengan plester
“ Ukur jarak dari ujung hidung ke daun telinga kemudian tarik ke prosesus xifoideus sternum ”
Memperkirakan dalamnya insersi NGT. Ujung slang harus mencapai lambung klien.
7 Menyiapkan insersi :
1) Jangan mendinginkan slang
2) Masukan 10 ml air ke dalam slang dengan menggunakan spuit untuk mengaktifkan lubrikan.
3) Pastikan stylet aman (bila ada) pada posisinya & kawat pemandu slang dipasang dengan aman dan Luer-Lock terkunci rapat
4) Lubrikasi ujung distal slang dengan lubrikan yang larut air
Slang akan menjadi kaku & tidak fleksibel yang akan menyebabkan trauma pada membrane mokosa.
Membantu dalam pemasukan kawat pemandu
Kawat pemandu atau stylet yang tidak tepat posisinyamenyebabkan trauma pada nasofaring, esophagus, atau lambung
Memungkinkan slang masuk dengan lebih mudah.
8 Kenakan sarung tangan bersih.
Tindakan pencegahan standart
9 Masukkan slang melalui lubang hidung kebelakang kerongkongan. Klien kadang ingin muntah. Arahkan slang ke belakang & kearah telinga.
Kontur alamiah memfasilitasi penyaluran slang
10 Fleksikan kepala kearah dada setelah slang melewati belakang kerongkongan.
Menutup glottis & mengurangi resiko slang masuk ke dalam trakea. Memungkinkan klien untuk “bernafas” & tetap tenang.
11 Dorong klien untuk menelan dengan memberikan sedikit air atau es batu, bila mungkin, Masukkan slang saat klien menelan. Rotasi slang 1800 saat memasukkannya.
Dengan menelan memudahkan slang melewati orofaring. Pemutaran slang mengurangi friksi.
12 Ketika ujung slang mencapai karina (± 25 cm pada orang dewasa), berhenti dan dengarkan adanya pertukaran udara di bagian distal slang
Bila udara terdengar kemungkinan slang masuk kedalam saluran pernafasan, lepaskan dan mulai lagi dari awal.
13 Masukkan slang tiap kali klien menelan sampai panjang slang yang diingkan telah dilalui. Periksa penempatan slang dibelakang tenggorokan di atas lidah.
Mengurangi trauma dan ketidak nyamanan pada klien.
Slang mungkin bergulung, terlipat di orofaring atau masuk di trachea.
14 Periksa posisi pemasangan slang.
Cara konvensional : dari hasil penelitian kurang relevan dalam membuktikan ketepatan posisi NGT dalam lambung.
1) Letakkan stetoskope pada region kiri atas abdomen. Masukkan 3 cc udara ke dalam slang, dan dengarkan efek udara melalui stetoskope.
2) Aspirasi cairan lambung menggunaklan spuit/acepto.
3) Masukkan ujung slang kedalam baskom berisi air.
Cara pasti : sebagai cara akurat membuktikan ketepatan posisi NGT dalam lambung.
1) Radiologi (X-Ray)
2) Pengukuran kadar Ph asam lambung
Bila terdengar suara “bruuut” berarti NGT masuk ke dalam lambung, bila tidak terdengar suara kemungkinan NGT masuk saluran pernafasan.
Adanya cairan lambung menandakan NGT berada di dalam saluran cerna
Bila terdapat gelembung udara NGT berada didalam saluran pernafasan
Mendapatkan gambaran yang jelas posisi NGT, tetapi memerlukan biaya yang mahal untuk hal ini.
Aspirasi asam lambung memiliki Ph asam 4 atau kurang. Aspirasi dengan Ph 6 atau lebih menunjukkan hasil aspirasi dari usus.
15 Oleskan tinktur benzoin (bila ada) pada ujung hidung klien dan slang. Biarkan mengering Membantu merekatkan plester lebih baik.
16 Fiksasi slang :
• Potong 10 cm plester, bagi menjadi 2 pada satu ujungnya.
• Balutkan 1,3 cm plester melingkar di bagian luar hidung.
Mencegah trauma pada mukosa hidung dan memungkinkan mobilitas klien.
17 Ikuti akhir protokol ketrampilan
Kewaspadaan Petugas
1. Jangan memaksa mendorong slang, ketika menemui tahanan atau klien mulai muntah, tersedak, batuk, cianosis hentikan memaukkan slang dan tarik slang tersebut.
2. Pemasangan NGT hanya dapat dipastikan secara akurat dengan menggunakan visualisasi sinar X dan harus dikaji ulang setelah perubahan posisi klien atau bila batuk berat/muntah. Pemastian menentukan bahwa slang tidak berubah posisi ke jalan nafas. Tetapi mengingat besranya biaya untuk hal tersebut, maka hal ini belum menjadi keharusan di Indonesia.
Tugas mahasiswa :
Mengamati video pemasangan NGT, buat rangkuman tentang kewaspadaan petugas pada saat pelaksanaan pemasangan NGT.
PROSEDUR
PELAKSANAAN PEMBERIAN HUKNAH
Huknah/Enama adalah pemasukan larutan ke dalam rectum dan kolon sigmoid. Tindakan ini diberikan untuk meningkatkan defekasi dengan merangsangf peristaltic. Obat-obatan kadang diberikan dengan huknah/enema untuk mengeluarkan efek local pada mukosa rectal. Pembersihan enema dapat digunakan untuk melunakkan feses yang telah menjadi impaksi atau mengosongkan rectum dan kolon bawah untuk prosedur diagnostic atau pembedahan.
Pendelegasian
Pemberian huknah/enema bisa didelegasikan kepada personel asisten. Namun perawat tetap bertanggung jawab untuk menindak lanjuti dan menjamin bahwa perawatan tepat dan dokumentasi dilakukan.Ketrampilan ini tidak boleh didelegasikan apabila klien tidak stabil secara medis.
Persiapan alat
1. Tabung huknah/enema + slang penyambung yang beisi larutan sesuai indikasi.
2. Sarung tangan
3. Larutan sesuai indikasi
4. Slang rectal
5. Klem
6. Pelumas larut air
7. Selimut mandi
8. Tissue
9. Pispot
10. Bengkok
11. Baskom, waslap, handuk dan sabun
Prosedur
Langkah – Langkah
Rasional
1 Persiapan klien awal : ikuti Protokol Standart (lihat lampiran)
Menghindari kesalahan prosedur
2 Minta klien mengosongkan kandung kemih sebelum prosedur
Mengurangi ketidak nyamanan selama prosedur
3 Atur posisi klien pada posisi SIMS dengan lutut fleksi.
1) SIMS kiri untuk huknah rendah
2) SIMS kanan untuk huknah tinggi Memungkinkan larutan mengalir ke bawah dengan gravitasi sepanjang lengkungan natural kolon sigmoid dan rectum, sehingga memperbaiki retensi larutan.
SIMS kiri memungkinkan aliran cairan sampai pada kolon desenden
SIMS kanan memungkinkan aliran cairan sampai pada kolon Asenden
4 Tutup badan klien & ekstermitas bawah dengan selimut mandi, biarkan hanya areal anal yang terpajan. Mencegah pemajanan yang terlalu perlu pada bagian tubuh & mengurangi rasa malu klien.
5 Siapkan slang rectal-hubungkan dengan slang penyambung pada tabung. Tutup klem pengatur. Mencegah kebocoronan cairan.
6 Letakkan bengkok disamping bokong pasian Sebagai penampung cairan yang keluar spontan dari anus pasien ataupun dari sela-sela slang
7 Tinggikan tabung, lepaskan klem dan biarkan larutan mengalir cukup untuk mengisi slang. Klem kembali slang.
Menghilangkan udara dari dalam slang
8 Gunakan sarung tangan Mengurangi transmisi mikroorganisme
9 Beri pelumas pada ujung slang 7,5 cm – 10 cm pada ujung slang rectal Memungkinkan insersi halus slang tanpa resiko iritasi atau trauma pada mukosa rectal
10 Dengan perlahan regangkan bokong klien & tentukan lokasi anus. Instruksikan klien untuk rileks dengan melepaskan nafas perlahan melalui mulut.
Menghela nafas meningkatkan relaksasi sfingkter anus eksternal
11 Masukkan slang perlahan dengan mengikuti arah umbilicus klien. Panjang insersi bervariasi 7,5 cm – 10 cm, 5 cm – 7,5 cm untuk anak-anak, 2,5 cm – 3,25 cm untuk bayi. Tarik slang segera bila terjadi obstruksi. Insersi hati-hati mencegah trauma pada mukosa rectal karena penusukan slang secara tak sengaja pada dinding. Insersi lebih dari batas yang tepat dapat menyebabkan perforasi.
12 Buka klem pengatur & biarkan larutan masuk dengan perlahan, dengan wadah setinggi panggul klien Cairan yang masuk terlalu cepat dapat merangsang evakuasi dii, sebelum volume yang diinginkan terpenuhi.
13 Tinggikan ketinggian wadah dengan perlahan pada ketinggian yang tepat diatas anus (30 – 40 cm untuk dewasa, 7,5 cm untuk bayi) Memungkinlan laju aliran cairan perlahan & terus menerus. Meninggikan wadah terlalu tinggi dapat meneybabkan aliran yang terlalu cepat & kemungkinan nyeri distensi kolon.
14 Turunkan wadah atau klem slang bila klien mengeluh kram atau bila cairan keluar dari anus. Kemudian lanjutkan lagi samapai laruran cairan habis.
Penghentian sementara mencegah kram berlanjut yang akan meneybabkan cairan yang masuk tidak memenuhi kebutuhan.
15 Klem selang setelah semua cairan masuk Mencegah masuknya udara kedalam rectum
16 Tempatkan lapisan tissue disekitar slang pada anus dan dengan perlahan tarik slang.
Memberikan kenyamanan pada klien dan menjaga kebersihan
17 Minta klien untuk menahan larutan selama mungkin saat berbaring ditempat tidur Larutan mendistensikan usus. Lamanya retensi bervariasi dengan tipe huknah & kemampuan klien untuk mengontraksikan sfingter anal. Makin lama retensi meningkatkan lebih efektif perangsang perista;tik dan defekasi.
18 Bantu klien ke kamar mandi atau membantu posisi di pispot Posisi jongkok normal meningkatkan defekasi.
19 Rapikan alat-alat dan lepaskan sarung tangan Mencegah transmisi mikroorganisme
20 Ikuti akhir protokol ketrampilan.
Kewaspadaan Petugas
1. Klien dengan control sfingter kurang posisikan pada pispot. Klien dengan kontrol sfingter buruk tidak akan mampu menahan cairan.
2. Bila klien mendapatkan program enema “sampai jernih”, perawat tidak boleh memberikan lebih dari 3 kali tanpa memastikan dengan dokter perlunya tambahan tersebut. Pemberian huknah berulang bisa menyebabkan gangguan keseimbangan cairan & elektrolit serius.
Tugas mahasiswa
PROSEDUR
PROSEDUR PEMBERIAN OBAT
Medikasi adalah cara utama terapi utama yang diprogramkan oleh dokter untuk mengobati masalah kesehatan atau masalah klien. Perawat/bidan harus mengetahui prinsip-prinsip keamanan dalam pemberian medikasi serta pemantauan hasil khusus obat. Persiapan dan pemberian medikasi memerlukan keakuratan oleh perawat.
Pendelegasian
Beberapa ketrampilan dalam bab ini dapat didelegasikan pada personel asisten dengan latihantingkat lanjut. Namun, tetapmenjadi tanggung jawab perawat untuk meninjau ulang dalam menjamin ketetapan asuhan dan dokumentasi dilaksanakan. Sebelum mendelegasikan ketrampilan apapun, perawat harus:
1. Menginformasikan kepada asisten tentang efek yang diharapakan dan potensi efek samping medikasi dan untuk melaporkan kejadiannya.
2. Baca kebijakan lembaga sebelumnya membuat keputusan untuk mendelegasiakn ketrampilan atau prosedur tertentu dalam bab ini.
Prinsip 5 benar untuk pemberian medikasi :
1. Benar obat
2. Benar dosis
3. Benar klien
4. Benar rute
5. Benar waktu
Rute pemberian obat
1. Obat oral
2. Obat injeksi
3. Obat Topikal
4. Obat inhaler
5. Obat per-vagina
6. Obat supositoria
Catatan pemberian obat
1. Periksa label obat dan bandingkan dengan catatan pemberian obat secara cermat untuk memastikan bahwa obat yang benar yang anda siapkan.
2. Ikuti prosedur/aturan pemberian obat. Baca label pada obat.
1) Ketika mengambil obat
2) Sebelum menarik obat kedalam spuit
3) Setelah obat berada dalam spuit
Obat Oral
Rute yang paling dipilih untuk memberikan obat adalah per oral. Obat oral paling aman dan mudah diberikan kecuali bila klien mengalami gangguan fungsi gastrointestinal atau tidak dapat menelan.
Prosedur
Langkah – Langkah
Rasional
1 Persiapan klien awal : ikuti Protokol Standart (lihat lampiran)
Menghindari kesalahan prosedur
2 Kaji riwayat medis klien, riwayat alergi, riwayat medikasi, dan riwayat diet
Beberapa obat memberikan efek samping yang berbeda bagi klien, mengetahui riwayat kesehatan klien sangat penting untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan
3 Kaji klien untuk adanya kontraindikasi pemberian obat oral, termasuk kesulitan menelan, mual, muntah, inflamasi usus atau penurunan peristaltic, baru menjalani pembedahan gastrointestinal, penurunan atau tidak ada bising usus, pengisapan lambung, atau konfusi berat.
Memungkinkan memaksimalkan efek obat yang diinginkan
4 Tetapkan keinginan dan toleransi klien terhadap cairan untuk menyertai medikasi.
Beberapa jenis cairan menjadi kontra indikasi untuk dikonsumsi bersamaan dengan pemberian obat per oral.
5 Periksa keakuratan dan kelengkapan setiap pesanan medikasi,pastikan nama klien, nama dan dosis obat, rute pemberian, dan waktu pemberian. Laporkan adanya penyimpangan dalam pesan untuk mengingatkan perawat atau dokter.
Mengurangi resiko terjadinya kekeliruan
6 Atur nampan, cangkir, atau kartu obat per protokol.
Fokus pada satu tindakan dapat memperkecil resiko kesalahan
7 Siapkan medikasi untuk klien dalam satu waktu. Pertahankan semua halaman catatan pemberian obat (Medical Administration Record)
8 Pilih medikasi yang tepat dari stok atau laci dosis unit dan bandingkan dengan MAR. Pastikan medikasi benar dengan membaca label.
9 Hitung dosis dengan tepat. Periksa ganda perhitungannya.
Dosis obat diberikan sesuai dengan kebutuhan klien untuk memberikan efek yang diinginkan
10 Untuk menyiapkan tablet atau kapsul dari botol, tuangkan jumlah yang diinginkan ke dalam tutup botol (bila memungkinkan) dan pindahkan ke dalam cangkir obat. Jangan menyentuh obat denga jari.
Mengurangi resiko kerukan obat dengan meminmalkan sentuhan2 tangan yang tidak diperlukan
11 Untuk menyiapkan tablet atau kapsul dalam kemasan strip, tempatkan tablet atau kapsul kemasan secara langsung ke dalam cangkir obat
12 Semua tablet/kapsul yang akan diberikan dalam waktu bersamaan dapat ditempatkan dalam satu cangkir, kecuali untuk klien yang membutuhkan pengkajian sebelum pemberian obat seperti frekwensi nadi atau tekanan darah.
Efisiensi tempat
13 Bila klien sulit menelan, gerus obat dalam lumpang obat Dengan gerusan memudahkan klien menelan
14 Untuk menyiapkan obat cair, lepaskan penutup botol dan tempatkan dalam posisi terbalik. Pegang botol dengan label diatas ketika menuangkannya. Pegang cangkir obat setinggi mata dan isi sampai tanda yang diingkan.
Tutup botol diletakkan terbalik untuk menghindari kontaminasi pada bagian dalamnya, penuangan sejajar mata memungkinkan melakukan pengukuran jumlah cairan lebih tepat.
15 Ketika menyiapkan narkotik, periksa catatan narkotik untuk jumlah obat sebelumnya, berikan hanya apabila benar-benar diperlukan, serta catat informasi yang perlu pada format dan tandatangani format tersebut Menghindari klien dari pemberian Narkotik berlebih yang dapat menyebabkan efek ketergantungan
16 Cek ulang obat sebelum benar-benar diberikan kepada klien Memperkecil resiko terjadinya kekeliruan
17 Jangan tinggalkan obat tanpa perhatian Menghindari penyalahgunaan obat
18 Berikan obat pada waktu yang tepat atau dalam 30 menit sebelum atau sesudah peresepan untu menjamin efek terapeutik yang diinginkan
19 Perhatikan klien sampai benar-benar meminum obatnya. Memastikan obat diterima dan diminum dengan benar.
20 Catat setiap pemberian obat pada catatan pemberian obat (MAR) Dokumentasi sangat penting sebagai legal aspek dan bukti tertulis dari tindakan yang telah diberikan, dapat digunakan untuk memantau program medikasi klien
21 Lengkapi akhir protocol standart
Obat Injeksi (parenteral)
Adalah pemberian selain melalui saluran pencernaan, yaitu menggunakan jarum. Pemberian obat parenteral memerlukan pengetahuan keperawatan yang sama dengan obat-obatan oral maupun topical, namun karena injeksi merupakan prosedur invasive, tehnik aseptic harus digunakan untuk meminimalkan resiko infeksi. Untuk memberikan obat parenteral memerlukan peralatan injeksi yaitu, spuit, jarum, vial dan atau ampul.
Pendelegasian
Ketrampilan penyiapan injekdi dari ampul dan vial tidak dapat diligasikan pada personel asisten.
Jenis Injeksi
1. Intra dermal/cutan (IC)
2. Sub cutaneus (SC)
3. Intramuskular (IM)
4. Intravena (IV)
a.d-1. Injeksi intra cutan (IC)
Pemberian injeksi itradermal/cutan adalah tehnik pemberian obat kedalam lapisan dermal kulit tepat dibawah epidermis. Biasanya hanya sejumlah kecil larutan yang digunakan. Metode pemberian ini sering kali digunakan untuk uji alergi dan penapisan tuberculine.
Lokasi injeksi
Persiapan alat
1. Spuit insulin / tuberculine
2. Jarum no. 25 - 27
3. Kapas alcohol
4. Obat yang diperlukan dalam vial atau ampul
5. Baki obat
Prosedur
Langkah – Langkah
Rasional
1 Persiapan klien awal : ikuti Protokol Standart (lihat lampiran)
Menghindari kesalahan prosedur
2 Atur perlengkapan yang dibutuhkan dalam baki.
3 Cuci tangan dan observasi prosedur pengendalian lainnya yang sesuai (missal sarung tangan bila diperlukan)
4 Persiapkan obat dari ampul atau vial untuk proses penarikan obat
5 Berikan penjelasan yang adekuat pada klien tentang reaksi obat.
6 Berikan privasi klien
7 Pilih dan bersihkan lokasi injeksi dengan desinfektan
1. Pilih lokasi injeksi (miss, pada lengan bawah sekitar satu telapak tangan diatas pergelangan tangan dan tiga atau empat jari dibawah ruang antekubital)
2. Hindari menggunakan lokasi yang mengalami nyeri tekan, inflamasi, bengkak atau terdapat lesi
3. Pasang sarung tanagan (bila diperlukan)
4. Bersihkan kulit pada lokasi dengan menggunakan gerakan sirculer yang kuat, dimulai dari bagian tengah dan memutar kea rah luar. Biarkan area mengering secara keseluruhan.
8 Siapkan spuit untuk injeksi
1. Buka tutup jarum saat menunggu antiseptic kering
2. Keluarkan gelembung udara yang ada dalam spuit.
3. Pegang spuit pada tangan dominan anda. Pegang diantara ibu jari dan telunjuk. Pegang jarum hamper sejajar dengan permukaan kulit membentuk sudut 150, dengan bevel jarum menghadap ke atas.
9 Injeksikan cairan
1. Dengan tangan non dominan anda, tarik kulit pada lokasi yang akan diinjeksi sampai teregang
2. Masukkan ujung jarum cukup jauh untuk menempatkan bevel melewati epidermis hingga dermis
3. Stabilkan spuit dan jarum, injeksikan obat secara hati-hati dan perlahan sehingga menghasilkan gelembung kecil.
4. Tarik ujung jarum segera pada sudut yang sama saat dimasukkan.
5. Jangan memijat area penusukan
6. Baung spuit da jarum dengan cara yang aman.
a.d-1. Injeksi sub cutan (SC)
Pemberian injeksi subcutaneus adalah tehnik pemberian obat kedalam bawah kulit. Biasanya hanya sejumlah kecil larutan yang digunakan. Metode pemberian ini sering kali digunakan untuk vaksin, obat praoperasi, narkotika, insulin, dan heparin.
Lokasi injeksi
Persiapan alat
1. Spuit insulin / tuberculine
2. Jarum no. 25 - 27
3. Kapas alcohol
4. Obat yang diperlukan dalam vial atau ampul
5. Baki obat
Prosedur
Langkah – Langkah
Rasional
1 Persiapan klien awal : ikuti Protokol Standart (lihat lampiran)
Menghindari kesalahan prosedur
2 Atur perlengkapan yang dibutuhkan dalam baki.
3 Cuci tangan dan observasi prosedur pengendalian lainnya yang sesuai (missal sarung tangan bila diperlukan)
4 Persiapkan obat dari ampul atau vial untuk proses penarikan obat
5 Berikan privacy klien
6 Persiapan klien
1. Baca gelang pengenal klien
2. Bantu klien di posisi yang relaks
3. Untuk klien yang kurang cooperative memungkinkan untuk merekomendasikan bantuan
7 Jelaskan tujuan pemberian obat dan bagaimana obat tersebut membantu klien
8 Pilih dan bersihkan lokasi injeksi dengan desinfektan
1. Pilih lokasi injeksi. Hindari menggunakan lokasi yang mengalami nyeri tekan, inflamasi, bengkak atau terdapat lesi
2. Pasang sarung tangan (bila diperlukan)
3. Bersihkan kulit pada lokasi dengan menggunakan gerakan sirculer yang kuat, dimulai dari bagian tengah dan memutar kea rah luar sekitar 5 cm. Biarkan area mengering secara keseluruhan.
4. Letakkan dan pegang kapas antiseptic di antara jari tengah dan jari manis pada tangan non dominan, atau letakkan kapas diatas kulit klien yang akan di injeksi.
9 Siapkan spuit untuk injeksi
1. Buka tutup jarum saat menunggu antiseptic kering
2. Keluarkan gelembung udara yang ada dalam spuit.
10 Injeksikan obat
1. Pegang spuit pada tangan dominan anda. Pegang diantara ibu jari dan jari-jari. Dengan telapak tangan menghadap ke sisi atau ke atas untuk sudut penusukan 450, atau dengan telapak tangan menghadap kebawah untuk sudut penusukan 900.
2. Dengan menggunakan tangan non dominan cubit atau regangkan kulit pada lokasi injeksi, dan tusukkan jarum menggunakan tangan dominan dengan dorongan yang kuat serta stabil.
3. Ketika jarum telah masuk gerakkan tangan nondominan anda ke ujung plunger, atau menggerakkan tangan nondominan ke barrel dan tangan dominan ke ujung plunger.
4. Lakukan aspirasi dengan menarik plunger. Jika darah tampak pada spuit, tarik keluar jarum, ganti spuit, dan siapkan set injeksi baru. Jika tidak tampak adanya darah pada spuit ketika di aspirasi, lanjutkan pemberian
5. Injeksikan obat dengan memegang spuit secara mantap dan tekan plunger secara perlahan dan merata.
11 Tarik keluar jarum
1. Angkat jarum secara perlahan dan halus, tarik sepanjang jalur injeksi sambil menekan kulit dengan tangan nondominan anda.
2. Jika terjadi perdarahan, tekan area injeksi dengan kasa/kapas kering hingga perdarahan berhenti.
12 Buang spuit dan jarum ditempatnya.
Selasa, 10 Mei 2011
tumbang Janin
PERKEMBANGAN JANIN MINGGU PERTAMA
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.
Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan
5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.
Perkembangan janin pada minggu ke-2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur
Perkembangan janin pada minggu ke-3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Perkembangan janin pada minggu ke-4
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).
Perkembangan janin pada minggu ke-5
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Perkembangan janin pada minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Perkembangan janin pada minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.
Perkembangan janin pada minggu ke-8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna
Perkembangan janin pada minggu ke-9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
PERKEMBANGAN JANIN PADA MINGGU KE 10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Perkembangan janin pada minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
Perkembangan janin pada minggu ke-12
Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.
Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
Perkembangan janin pada minggu ke-13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.
Perkembangan janin pada minggu ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak
Perkembangan janin pada minggu ke-15
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup
Perkembangan janin pada minggu ke-16
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.
Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram.
Perkembangan janin pada minggu ke-17
6Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.
Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk
Perkembangan janin pada minggu ke-18
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
Perkembangan janin pada minggu ke-19
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-20
Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.
Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat
Perkembangan janin pada minggu ke-21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
Perkembangan janin pada minggu ke-22
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional
Perkembangan janin pada minggu ke-23
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram
Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna
Perkembangan janin pada minggu ke-24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang
Kulit bayi mulai menebal
Perkembangan janin pada minggu ke-25
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
Perkembangan janin pada minggu ke-29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban
Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi, .
Perkembangan janin pada minggu ke-33
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan
sekitar 43-45 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-34
bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-35
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-36
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm
Perkembangan janin pada minggu ke-37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab tanggal perkiraan kelahiran si kecil dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir Anda
Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi (melalui ibu) dan oksigen.
Sel2 telur yang berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi matahariSel ini akan bertemu dengan sel2 sperma dan memulai proses pembuahan
5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja yang bisa menembus indung telur.
Perkembangan janin pada minggu ke-2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang telah dibuahi membelah dua 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi 32, sel telur disebut morula.
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium
Pada saat ini kepala sel sperma telah hampir masuk. Kita dapat melihat bagian tengah dan belakang sel sperma yang tidak henti-hentinya berusaha secara tekun menerobos dinding indung telur
Perkembangan janin pada minggu ke-3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Perkembangan janin pada minggu ke-4
Kini, bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).
Perkembangan janin pada minggu ke-5
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Perkembangan janin pada minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak
Perkembangan janin pada minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru.
Perkembangan janin pada minggu ke-8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan.
bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna
Perkembangan janin pada minggu ke-9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
PERKEMBANGAN JANIN PADA MINGGU KE 10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Perkembangan janin pada minggu ke-11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap.
Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.
Perkembangan janin pada minggu ke-12
Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.
Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
Perkembangan janin pada minggu ke-13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram.
Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.
Perkembangan janin pada minggu ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.
Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak
Perkembangan janin pada minggu ke-15
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113 mm
Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya masih tertutup
Perkembangan janin pada minggu ke-16
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi.
Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram.
Perkembangan janin pada minggu ke-17
6Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya.
Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk
Perkembangan janin pada minggu ke-18
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.
Perkembangan janin pada minggu ke-19
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-20
Setengah perjalanan telah dilalui. Kini, beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. kuku tumbuh pada minggu ini.
Proses penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat
Perkembangan janin pada minggu ke-21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm
Perkembangan janin pada minggu ke-22
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional
Perkembangan janin pada minggu ke-23
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram
Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna
Perkembangan janin pada minggu ke-24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap mengembang
Kulit bayi mulai menebal
Perkembangan janin pada minggu ke-25
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan.
Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan.
Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
Perkembangan janin pada minggu ke-29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban
Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi sudah mulai bisa bermimpi, .
Perkembangan janin pada minggu ke-33
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-1900 gram, dengan tinggi badan
sekitar 43-45 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-34
bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-35
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Perkembangan janin pada minggu ke-36
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi badan 47-48 cm
Perkembangan janin pada minggu ke-37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 : Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.
contoh SOAP
TINJAUAN KASUS
FORMAT PENGKAJIAN IBU HAMIL
No. Mendrec : 494/10
Tgl masuk : 08-07-2010
Jam pengkajian : 08.30
Nama pengkaji : Wawa Jufirah
LANGKAH 1 : PENGUMPULAN DATA
A. IDENTITAS
ISTRI SUAMI
Nama Neneng Ahmad
Umur 32 tahun 42 tahun
Suku Sunda Sunda
Agama Islam Islam
Pendidikan SMP SMP
Pekerjaan IRT Buruh
Alamat Jl Cibangkong Rt 3/Rw 6 Jl Cibangkong Rt 3/Rw 6
No.Tlp - -
B. DATA SUBJEKTIF
1. Alasan datang ke RS atau Puskesmas: Untuk periksa kehamilan.
2. Keluhan utama: Keputihan yang banyak, berbau, warnanya kuning, dan gatal.
3. Riwayat obstetric
1.1. Riwayat kehamilan sekarang
1.1.1. HPHT : 30 november 2009 TP: 7 agustus 2010
1.1.2. Gerakan janin pertama kali:
Kapan ibu terakhir merasakan pergerakan janin: 2 detik yang lalu
1.1.3. Keluhan saat hamil muda: Tidak ada
1.1.4. PNC: Tidak ada
1.1.5. Imunisasi TT: sudah 2x
1.1.6. Obat yang dikonsumsi: obat (vitamin, Fe)
Jamu (tidak ada)
1.1.7. Kebiasaan merokok: tidak ada
1.2. Riwayat Haid
1.2.1. Menarche : 12 tahun
1.2.2. Siklus : 28 hari
1.2.3. Lamanya : 4 hari
1.2.4. Banyaknya : banyak
1.2.5. Dismenorhoe : sering
1.3. Riwayat kehamilan, nifas, dan persalinan yang lalu
Hamil ke Tgl partus Usia kehamilan Jenis partus Penolong Penyulit & kehamilan persalinan anak Nifas Jumlah anak hidup
JK BB PB ASI penyulit
1 5-09-1995 9 bln lbih 5 hari spontan bidan Tdk ada P 3500 gram 50 cm 2 thn Tdk ada 2
2 21-1-1999 9 bln lbih 10 hari spontan bidan Tdk ada L 3500 gram 50 cm 2 thn Tdk ada
4. Riwayat
4.1 Status Perkawinan : Menikah
4.2 Lama Pernikahan : 17 tahun
5. Riwayat ginekologi
5.1 Infertilitas : Tidak ada
5.2 Masa : Tidak ada
5.3 Penyakit : Tidak ada
5.4 Operasi : Tidak ada
6. Riwayat KB
6.1 Kontrasepsi yang dipakai : Mikroginon, Suntik
6.2 Keluhan : Tidak Cocok
6.3 Kontrasepsi yang Lalu : Mikroginon, Suntik
6.4 Lamanya Pemakaian : 2 bulan, 3 Bulan 1x
6.5 Alasan Berhenti : Badan menjadi lebih besar
7. Riwayat penyakit yang lalu : (Hipertensi, DM, TBC, Ashtma, Jantung, Hepatitis)
Ibu : Tidak ada
Keluarga : Tidak ada
8. Pola Nutrisi
Makan : Frekuensi: 1 hari 3x, Porsi: Sedang
Jenis Makanan: Nasi, ikan, sayur, buah
Pantangan Makanan : Tidak boleh makan kulit sapi
Minum : Air bening 7-8 gelas/hari
9. Pola Eliminasi : BAB: 1 hari 1x, Lembek, Kuning jernih
: BAK: 5-8x / hari, Kuning jernih
: Masalah: Tidak ada
10. Pola Tidur : Malam: 5-8 jam
: Siang: kadang-kadang 30 Menit
11. Data Sosial
Respon Ibu terhadap kehamilan ini : Senang
Dukungan Suami : Dikasih support, Senang
Dukungan Keluarga : Dikasih support, Senang
Pengambil Keputusan : Suami
Masalah : Tidak ada
C. DATA OBJEKTIF
1. Kadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Berat badan : 66 kg
Berat badan sebelum hamil : 50 kg
Tinggi badan : 158 cm
4. Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu : 36,5oC
Respirasi : 22x/menit
5. Kepala
Rambut : Bersih
Mata : Konjungtiva : Merah muda / Tidak Animea
Sclera : Tidak Ikterik / Putih
Penglihatan : Dapat melihat dengan baik / Normal
Telinga : Simetris, Tidak ada cairan, bersih, mampu mendengar
Hidung : Bersih, Tidak ada benjolan, Tidak ada cairan
Mulut : Bersih
Gigi : Kebersihan : Bersih
Caries : Tidak ada caries
Leher : Kelenjar Tiroid : Tidak ada pembengkakan
Pembengkakan kelenjar getah bening: Tidak ada
Pelebaran Vena Jugularis : Tidak ada peningkatan
6. Thorax
Dada : Bentuk : Simetris
Mammae : Bentuk : Simetris
Putting susu : Menonjol
Colostrums : Ada
Masa : Tidak ada
7. Abdomen
Inspeksi : Bentuk : Sesui usia kehamilan
Striae : Ada
Bekas luka operasi : Tidak ada
Palpasi : TFU : 32 cm, di fundus teraba bokong
TBBJ : 3255 kg
Leopold I : 32 cm
Leopold II : Puka
Leopold III : Kepala
Leopold IV : Konfergen
Auskultasi : DJJ : 146x / menit
8. Genetalia Luar
Bentuk : Simetris
Varices : Tidak ada
Oedema : Tidak ada
Masa / Kista : Tidak ada
Pengeluaran pervaginam : Ada, Keputihan
Kondilomata : Tidak ada
9. Ekstremitas atas
Bentuk : Simetris
Oedema : Tidak ada
10. Ekstremitas bawah
Bentuk : Simetris
Oedema : Tidak ada
Varises : Tidak ada
11. Perkusi
Reflex Patella : Aktif
12. Data penunjang (Laboratorium)
12.1. Pemeriksaan urine
Protein urine : negative (-)
Glukosa urine : negative (-)
12.2. Pemeriksaan darah
HB : 10 gr%
Golongan darah : O
12.3. Pemeriksaan PMS : Tidak ada
LANGKAH II : MENGINTERPRESTASIKAN DATA UNTUK MENGIDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA
D. ANALISA / ASSESMENT
Diagnosa : Ibu 32 tahun G3P2A0 Janin hidup tunggal Intrauteri dengan keadaan janin dan ibu baik.
Masalah : Keputihan yang banyak
Kebutuhan : Membersihkan Vulva hygiene
LANGKAH III : MENGANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL
Masalah Potensial : Keputihan
Antisipasi Masalah Potensial : Membersihkan Vulva hygiene, sehabis BAK dilap dengan handuk / tissue, sering ganti celana dalam jika basah atau terasa lembab.
LANGKAH IV : MENETAPKAN KEBUTUHAN SEGERA
Membersihkan Vulva Hygiene
Mengobatinya dengan Abotil
LANGKAH V : MENYUSUN RENCANA ASUHAN SECAR MENYELURUH
Rencana Asuhan ( Planning )
Anjurkan Ibu mengganti celana dalam jika basah / lembab
Anjurkan Ibu menggunakan celana dalam yang menyerap
Anjurkan Ibu menghindari makanan-makanan yang merangsang keputihan
Anjurkan Ibu untuk lap kemaluannya setelah BAK
LANGKAH VI : PENTALAKSANAAN ASUHAN SECARA AMAN DAN EFISIEN
Pelaksanaan Asuhan pada Planning ( Implementasi )
Menganjurkan Ibu mengganti celana dalam jika basah / lembab
Menganjurkan Ibu menggunakan celana dalam yang menyerap
Menganjurkan Ibu menghindari makanan-makanan yang merangsang keputihan
Menganjurkan Ibu untuk lap kemaluannya setelah BAK
LANGKAH VII : EVALUASI TINDAKAN
Evaluasi:
Ibu mengerti dengan apa yang telah dijelaskan
Ibu paham dengan apa yang telah dijelaskan
Ibu akan melakukan apa yang telah di suruh
FORMAT PENGKAJIAN IBU HAMIL
No. Mendrec : 494/10
Tgl masuk : 08-07-2010
Jam pengkajian : 08.30
Nama pengkaji : Wawa Jufirah
LANGKAH 1 : PENGUMPULAN DATA
A. IDENTITAS
ISTRI SUAMI
Nama Neneng Ahmad
Umur 32 tahun 42 tahun
Suku Sunda Sunda
Agama Islam Islam
Pendidikan SMP SMP
Pekerjaan IRT Buruh
Alamat Jl Cibangkong Rt 3/Rw 6 Jl Cibangkong Rt 3/Rw 6
No.Tlp - -
B. DATA SUBJEKTIF
1. Alasan datang ke RS atau Puskesmas: Untuk periksa kehamilan.
2. Keluhan utama: Keputihan yang banyak, berbau, warnanya kuning, dan gatal.
3. Riwayat obstetric
1.1. Riwayat kehamilan sekarang
1.1.1. HPHT : 30 november 2009 TP: 7 agustus 2010
1.1.2. Gerakan janin pertama kali:
Kapan ibu terakhir merasakan pergerakan janin: 2 detik yang lalu
1.1.3. Keluhan saat hamil muda: Tidak ada
1.1.4. PNC: Tidak ada
1.1.5. Imunisasi TT: sudah 2x
1.1.6. Obat yang dikonsumsi: obat (vitamin, Fe)
Jamu (tidak ada)
1.1.7. Kebiasaan merokok: tidak ada
1.2. Riwayat Haid
1.2.1. Menarche : 12 tahun
1.2.2. Siklus : 28 hari
1.2.3. Lamanya : 4 hari
1.2.4. Banyaknya : banyak
1.2.5. Dismenorhoe : sering
1.3. Riwayat kehamilan, nifas, dan persalinan yang lalu
Hamil ke Tgl partus Usia kehamilan Jenis partus Penolong Penyulit & kehamilan persalinan anak Nifas Jumlah anak hidup
JK BB PB ASI penyulit
1 5-09-1995 9 bln lbih 5 hari spontan bidan Tdk ada P 3500 gram 50 cm 2 thn Tdk ada 2
2 21-1-1999 9 bln lbih 10 hari spontan bidan Tdk ada L 3500 gram 50 cm 2 thn Tdk ada
4. Riwayat
4.1 Status Perkawinan : Menikah
4.2 Lama Pernikahan : 17 tahun
5. Riwayat ginekologi
5.1 Infertilitas : Tidak ada
5.2 Masa : Tidak ada
5.3 Penyakit : Tidak ada
5.4 Operasi : Tidak ada
6. Riwayat KB
6.1 Kontrasepsi yang dipakai : Mikroginon, Suntik
6.2 Keluhan : Tidak Cocok
6.3 Kontrasepsi yang Lalu : Mikroginon, Suntik
6.4 Lamanya Pemakaian : 2 bulan, 3 Bulan 1x
6.5 Alasan Berhenti : Badan menjadi lebih besar
7. Riwayat penyakit yang lalu : (Hipertensi, DM, TBC, Ashtma, Jantung, Hepatitis)
Ibu : Tidak ada
Keluarga : Tidak ada
8. Pola Nutrisi
Makan : Frekuensi: 1 hari 3x, Porsi: Sedang
Jenis Makanan: Nasi, ikan, sayur, buah
Pantangan Makanan : Tidak boleh makan kulit sapi
Minum : Air bening 7-8 gelas/hari
9. Pola Eliminasi : BAB: 1 hari 1x, Lembek, Kuning jernih
: BAK: 5-8x / hari, Kuning jernih
: Masalah: Tidak ada
10. Pola Tidur : Malam: 5-8 jam
: Siang: kadang-kadang 30 Menit
11. Data Sosial
Respon Ibu terhadap kehamilan ini : Senang
Dukungan Suami : Dikasih support, Senang
Dukungan Keluarga : Dikasih support, Senang
Pengambil Keputusan : Suami
Masalah : Tidak ada
C. DATA OBJEKTIF
1. Kadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Berat badan : 66 kg
Berat badan sebelum hamil : 50 kg
Tinggi badan : 158 cm
4. Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu : 36,5oC
Respirasi : 22x/menit
5. Kepala
Rambut : Bersih
Mata : Konjungtiva : Merah muda / Tidak Animea
Sclera : Tidak Ikterik / Putih
Penglihatan : Dapat melihat dengan baik / Normal
Telinga : Simetris, Tidak ada cairan, bersih, mampu mendengar
Hidung : Bersih, Tidak ada benjolan, Tidak ada cairan
Mulut : Bersih
Gigi : Kebersihan : Bersih
Caries : Tidak ada caries
Leher : Kelenjar Tiroid : Tidak ada pembengkakan
Pembengkakan kelenjar getah bening: Tidak ada
Pelebaran Vena Jugularis : Tidak ada peningkatan
6. Thorax
Dada : Bentuk : Simetris
Mammae : Bentuk : Simetris
Putting susu : Menonjol
Colostrums : Ada
Masa : Tidak ada
7. Abdomen
Inspeksi : Bentuk : Sesui usia kehamilan
Striae : Ada
Bekas luka operasi : Tidak ada
Palpasi : TFU : 32 cm, di fundus teraba bokong
TBBJ : 3255 kg
Leopold I : 32 cm
Leopold II : Puka
Leopold III : Kepala
Leopold IV : Konfergen
Auskultasi : DJJ : 146x / menit
8. Genetalia Luar
Bentuk : Simetris
Varices : Tidak ada
Oedema : Tidak ada
Masa / Kista : Tidak ada
Pengeluaran pervaginam : Ada, Keputihan
Kondilomata : Tidak ada
9. Ekstremitas atas
Bentuk : Simetris
Oedema : Tidak ada
10. Ekstremitas bawah
Bentuk : Simetris
Oedema : Tidak ada
Varises : Tidak ada
11. Perkusi
Reflex Patella : Aktif
12. Data penunjang (Laboratorium)
12.1. Pemeriksaan urine
Protein urine : negative (-)
Glukosa urine : negative (-)
12.2. Pemeriksaan darah
HB : 10 gr%
Golongan darah : O
12.3. Pemeriksaan PMS : Tidak ada
LANGKAH II : MENGINTERPRESTASIKAN DATA UNTUK MENGIDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA
D. ANALISA / ASSESMENT
Diagnosa : Ibu 32 tahun G3P2A0 Janin hidup tunggal Intrauteri dengan keadaan janin dan ibu baik.
Masalah : Keputihan yang banyak
Kebutuhan : Membersihkan Vulva hygiene
LANGKAH III : MENGANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL
Masalah Potensial : Keputihan
Antisipasi Masalah Potensial : Membersihkan Vulva hygiene, sehabis BAK dilap dengan handuk / tissue, sering ganti celana dalam jika basah atau terasa lembab.
LANGKAH IV : MENETAPKAN KEBUTUHAN SEGERA
Membersihkan Vulva Hygiene
Mengobatinya dengan Abotil
LANGKAH V : MENYUSUN RENCANA ASUHAN SECAR MENYELURUH
Rencana Asuhan ( Planning )
Anjurkan Ibu mengganti celana dalam jika basah / lembab
Anjurkan Ibu menggunakan celana dalam yang menyerap
Anjurkan Ibu menghindari makanan-makanan yang merangsang keputihan
Anjurkan Ibu untuk lap kemaluannya setelah BAK
LANGKAH VI : PENTALAKSANAAN ASUHAN SECARA AMAN DAN EFISIEN
Pelaksanaan Asuhan pada Planning ( Implementasi )
Menganjurkan Ibu mengganti celana dalam jika basah / lembab
Menganjurkan Ibu menggunakan celana dalam yang menyerap
Menganjurkan Ibu menghindari makanan-makanan yang merangsang keputihan
Menganjurkan Ibu untuk lap kemaluannya setelah BAK
LANGKAH VII : EVALUASI TINDAKAN
Evaluasi:
Ibu mengerti dengan apa yang telah dijelaskan
Ibu paham dengan apa yang telah dijelaskan
Ibu akan melakukan apa yang telah di suruh
PROSES ADAPTASI FISIOLOGI & PSIKOLOGI DALAM MASA KEHAMILAN
PERUBAHAN ANATOMI & ADAPTASI FISIOLOGI PADA IBU HAMIL TRIMESTER I,II, III
Pengetahuan tentang kondisi fisiologis pada awal kehamilan penting dimiliki untuk memahami tanda dugaan (presumtive) dan tanda kemungkinan (probable)kehamilan.
Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui adanya kelainan pada kehamilan / kondisi tertentu yg dapat menimbulkan tanda/gejala khusus
SISTEM REPRODUKSI
1. Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium
Selama hamil estrogen dan progesteron me↑ Ã menekan sekresi FSH dan LH
Maturasi folikel, ovulasi, dan menstruasi menjdi terhenti
Setelah implantasi, ovum yang dibuahi dan vili korionik memproduksi hCG yang mempertahankan korpus luteum untuk produksi estrogen dan progesteron selama 8 - 10 minggu I kehamilan sampai plasenta dibentuk
2. Uterus
Terjadi pembesaran uterus yang terjadi akibat:
a. peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
b. hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis yang baru) dan hipertrofi (pembesaran serabut otot dan fibroelastis yang sudah lama)
c. perkembangan desidua
Pada minggu ke-7 ukuran uterus sebesar telur ayam negeri; pada minggu ke-10 sebesar buah jeruk; minggu ke-12 sebesar grapefruit (2x jeruk biasa). Setelah bulanSetelah bulan ketiga, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanis akibat pertumbuhan janin. Kehamilan dapat terlihat setelah minggu ke-14, namun juga tergantung pada TB dan BB wanita. Postur juga mempengaruhi tipe dan derajat pembesaran abdomen
3. Vagina dan Vulva
Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat yang longgar, hipertrofi otot polos, dan pemanjangan vagina. Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina dan serviks, disebut tanda Chadwick.
Deskuamasi (eksfoliasi) sel-sel vagina yg kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen, sel-sel yg tanggal ini membentuk leukore (rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan, berbau tak enak, tidak gatal atau mengandung darah)
Selama kehamilan pH vagina menjadi lebih basa, dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat bumil lebih rentan terhadap infeksi vagina. Diet yang mengandung gula yang banyak membuat lingkungan vagina menjadi semakin cocok untuk infeksi jamur
Peningkatan vaskularisasi menyebabkan peningkatan sensitivitas yang dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya pada trimester II kehamilan
Peningkatan kongesti + relaksasi pembuluh darah dan uterus yang berat à timbul edema dan varises vulva, biasanya membaik selama periode pasca-partum
Pada nulipara, kedua labia mayora mendekat dan menutup introitus vagina; pada multipara memisah dan menganga setelah melahirkan. Sisa robekan himen terlihat setelah koitus, penggunaan tampon, atau melahirkan per vaginam
Leukore: deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi esterogen dan progesteron pada serviks.
Mukosa memenuhi saluran endoserviks membentuk sumbatan mukus, (operkulum) yang bekerja sebagai barrier thd infeksi selama masa hamil
PAYUDARA
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara muncul sejak minggu ke-6 gestasi
Sensitivitas bervariasi, dari rasa geli ringan s.d nyeri yang tajam
Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, warna merah muda sekunder pada areola, dan puting susu menjadi lebih erektil
Hipertrofi kelenjar sebasea (lemak) yang muncul di areola primer (tuberkel Montgomery) dapat terlihat di sekitar puting susu. Kel sebasea ini berperan protektif sbg pelumas puting susu
Selama trimester I dan II ukuran payudara meningkat progresif. Hormon luteal dan plasenta menigkatkan proliferasi duktus laktiferus dan jaringan labulus-alveolar
Walaupun perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil, tetapi laktasi terhambat sampai kadar estrogen menurun, yaitu saat janin dn plasenta lahir
Namun pada akhir minggu ke-6 dapat keluar prakolostrum yang cair, jernih, dan kental. Sekresi ini mengental yang kemudian disebut kolostrum, cairan sebelum menjadi susu, berwarna krem/putih kekuningan yang dapat dikeluarkan selama trimester III
SISTEM ENDOKRIN
Kelenjar hipofisis
Kelenjar tiroid
Kelenjar paratiroid
SISTEM PERKEMIHAN
Ada sejumlah perubahan signifikan pada sistem ginjal
Bukan hanya mengelola zat- zat sisa dan kelebihan yg dihasilkan akibat peningkatan volume darah & curah jantung juga produk sisa metabolisme tapi menjadi organ utama yg mengekskresi produk sisa dari janin.
Ginjal sangat penting sebagai media yg meretensi natrium & m’pertahankan keseimbangan cairan selama kehamilan serta mempertahankan tekanan darah arteri melalui sistem renin-angiotensin
Semua komponen dalam sistem renin-angiotensin mengalami perubahan pd kehamilan normal.
Hal ini disebabkan produksi estrogen meningkat.
Pola normal berkemih wanita yg tidak hamil pd siang hari berkebalikan dengan wanita hamil. Wanita yg hamil mengumpulkan cairan (air & natrium) selama siang hari dlm bentuk edema dependen akibat tekanan uterus pd pembuluh darah panggul dan vena kava inferior dan kemudian mengeksresi cairan tsb pd malam hari (nokturia) melalui kedua ginjal ketika wanita berbaring, terutama pd posisi lateral kiri.
SISTEM PENCERNAAN
Perubahan pd saluran cerna memungkinkan pengangkutan nutrien untuk memenuhi kebutuhan ibu & janin dan perubahan ini ada dibawah pengaruh hormon & mekanis
Estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke mulut hingga gusi menjadi rapuh dan timbul ginggivitis.
Saliva menjadilebih asam, tp jml tdk meningkat
Tonus pd sfingter oesofagus bagian bawah melemah di bawah pengaruh progestern, yg menyebabkan relaksasi otot polos.
Pergeseran diafragma & penekanan akibat pembesaran uterus yg diperburuk oleh hilangnya tonus sfingter menyebabkan refluks dan nyeri ulu hati
Efek progesteron pd usus halus adalah memperpanjang lama absorpsi nutrien, mineral, obat-obatan
Efek progesteron pada usus besar menyebabkan konstipasi
Usus buntu dan hati ikut menggeser akibat pembesaran uterus.
Usus buntu bergeser ke atas & samping keluar kuadran kanan bawah & dpt mencapai ketinggian batas costa kanan di atas panggul.
Estrogen mempengaruhi kandung empedu menyebabkan stasis garam empedu (kolestasispd kehamilan) ----pruritus & ikterus.
SISTEM MUSCULOSKELETAL
Lordosis merupakan gambaran yg karakteristik pada kehamilan normal.
Untuk mengkompensasi posisi anterior uterus yg membesar, lordosis menggeser pusat gravitasi ke belakang pd tungkai bawah
Mobilitas tsb mungin menyebabkan perubahan postur ibu, tidak nyaman di punggung bagian bawah.
Selama trim akhir kehamilan muncul rasa pegal,mati rasa & lemah.
SISTEM KARDIOVASKULER
Disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen, progesteron, prostaglandin.
Akan normal setelah kehamilan berakhir
Volume darah meningkat 30-50% pada kehamilan tunggal, dan 50% pada kehamilan kembar.
Peningkatan volume darah total dimulai pada awal trim I, meningkat pesat sampai pertengahan kehamilan & melambat hingga menjelang minggu ke-32.
Volume darah total merupakan kombinasi volume plasma 75% & volume sel darah merah 33% dari sebelum hamil
Postur & posisi tubuh wanita hamil mempengaruhi distribusi cairan & tekanan arteri sekaligus tekanan vena.
Penurunan darah terjadi setelah berada pada posisi berbaring selama 1 jam/lebih
SISTEM INTEGUMEN
Perubahan integumen selama hamil disebabkan oleh
perubahan keseimbangan hormon dan peregangan
mekanis
☺ Perubahan yang umum timbul: peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor
☺ Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan stria gravidarum, atau tanda regangan. Respon alergi kulit meningkat. Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil, cth pigmentasi pada wajah (kloasma)
☺ Stria gravidarum atau tanda regangan terlihat di bawah abdomen disebabkan kerja adenokortikosteroid METABOLISME
Pertambahan berat badan selama hamil karena uterus & isinya, payudara & peningkatan volume darah, cairan ekstraselluler akstravaskuler.
Sebagian kecil pertambahan BB karena perubahan metabolik yg menyebabkan pertambahan air seluler dan penumpukan lemak & protein baru yg disebut cadangan ibu.
Metabolisme air. Peningkatan retensi air adalah suatu perubahan fisiologis yg normal pd kehamilan.
Saat aterm, kandungan air, janin, plasenta sekitar 3,51. jumlah minimum air ekstra yg dpt disimpan rata-rata wanita hamil normal sekitar 6,51. Pitting edema dilihat di pergelangan kaki & tungkai bawah. Hal ini karena peningkatan tekanan vena di bagian yg lebih rendah dari uterus aklibat oklusi parsial vena kava.
Metabolisme protein. Produk konsepsi seperti uterus & darah ibu relatif kaya protein daripada lemak/ karbohidrat.
Saat aterm berat janin & plasenta= 4 kg, mengandung 500g protein/ separuh dari pertambahan total pd kehamilan. 500g lagi ditambahkan keuterus, payudara, ke darah ibu dlm bentuk hemoglobin & protein plasma.
Metabolisme karbohidrat. Kehamilan normal ditandai dgn Hipoglikemi ringan, hiperglikemi postprandial &hiperinsulinemia
Metabolisme lemak
Metabolisme mineral
BERAT BADAN DAN INDEKS MASA TUBUH (IMT)
Satu langkah paling penting bagi wanita dalam mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit kronis yaitu dengan mempertahankan berat badan yang sehat.
Obesitas telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian dislipidemia, hipertensi, diabetes, stroke, penyakit saluran empedu, osteoartritis, apnea saat tidor & kanker kolon.
Wanita obes berisiko mengalami hasil kehamilan yang buruk, keguguran, sindrom polikistik ovarium, serta kanker ovarium dan payudara.
Perhitungan IMT ;
Klasifikasi IMT
IMT
Berat badan kurang < 18,5 kg/m²
Berat badan normal 18,5-24,9 kg/m²
Berat badan berlebih 25-29,9 kg/m²
Obesitas kelas 1 30-34,9 kg/m²
Obesitas kelas 2 35-39,9 kg/m²
Obesitas kelas 3 ≥ 40 kg/m²
SISTEM PERNAFASAN
Diafragma naik 4 cm selama kehamilan
Penyimpangan diafragma selama hamil lebih besar dibanding tidak hamil
Pada semua tahap kehamilan normal, banyaknya oksigen yg dialirkan ke paru melalui peningkatan volume tidal melebihi kebutuhan oksigen yg ditimbulkan oleh kehamilan. Jumlah Hb dalam sirkulasi dan kapasitas pembawa oksigen total meningkat selama kehamilan normal, seperti curah jantung. Akibatnya perbedaan oksigen arteriovena menurun.
SISTEM PERSYARAFAN
Wanita hamil sering mengeluh masalah pemusatan perhatian, konsentrasi dan memori selama kehamilan & nifas awal
Mulai usia gestasi 12 minggu dan terus berlanjut hingga 2 bulan pertama pascapartum, wanita mulai kesulitan untuk mulai tidur, sering terbangun, jam tidur malam lebih sedikit, serta efisiensi tidur yg berkurang Swain dkk., 1997;Lee dkk., 2000.
Gangguan tidur terbesar terjadi pascapart
PERUBAHAN & ADAPTASI PSIKOLOGI PADA MASA KEHAMILAN TRIMESTER I,II, III
• Penting bagi bidan mengetahui perubahan psikologis dasar pada ibu karena perubahan- perubahan ini dapat menjelaskan ketidaknyamanan pada kehamilan.
• Wanita hamil memiliki kondisi yg sangat rapuh. Sangat takut kematian baik pada dirinya sendiri/bayinya.
• Semua emosi yg dirasakan wanita hamil cukup labil. Ia menjadi sangat sensitif & reaksi cenderung berlebihan.
Trimester I
Trimester I sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Yaitu kenyataan bahwa wanita sedang mengandung.
Penerimaan terhadap kenyataan ini dan arti semua ini merupakan tugas psikologis yang paling penting dalam trimester pertama kehamilan.
Merasa ambivalen. Karena fokus terhadap dirinya sendiri
80% wanita merasa kecewa, penolakan, kecemasan, depresi & kesedihan.
Berat badan menjadi bermakna untuk membuktikan kehamilannya
Validasi kehamilan dilakukan berulang- ulang
Kehamilan merupakan rahasianya sendiri
Hasrat seksual wanita bervariasi (secara umum terjadi penurunan libido) wania butuh kasih sayang & perhatian yg lebih tanpa seks.
Trimester II
Trimester II sering disebut periode kesehatan yg baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman & bebas dari segala ketidaknyamanan yg normal dialami saat hamil.
Merupakan fase ketika wanita menelusur kedalam & paling banyak mengalami kemunduran.
Ada 2 fase, yaitu pra-quickening dan pasca-quickening.
Quickening menunjukan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yg menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psiklogisnya pd trim II, yaitu mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya, yg berbeda dari ibunya.
Terjadi evolusi bahwa wanita tersebut mulai dari jadi seorang penerima kasihsayang & perhatian dari ibunya kemudian menjadi pemberi kasihsayang & perhatian (persiapan untuk menjadi seorang ibu)
Kontak sosial berubah
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis
Kurang lebih 80% wanita mengalami kemajuan nyata dlm hub seks dibanding
Telah mengalami perubahan dari seorang g menuntut kasihsayang dari ibunya menjadi mencari kasihsayang dari pasangannya------ mempengaruhi libido & kepuasan seksual
Trimester III
Trimester III sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan
Wanita mulai menyadari kehadiranbayi sebagai mahluk yg terpisah sehingga ia tidak sabar menanti kehadiran sang bayi.
Merupakan waktu, persiapan yg aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi & menjadi orangtua sementara perhatian wanita terfokus pada bayi yang segera akan dilahirkan
Sejumlah ketakutan muncul, seperti apa keadaan bayi yang akan dilahirkan, bagaimana sakit persalinan.
Wanita akan mengalami proses duka ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian & hak istimewa khusus selama hamil, perpisahan dengan bayi yg tak dapat dihindari.
Depresi, menutup diri
Hasrat seks berkurang karena perutnya semakin membesar menjadi penghalang. Wanita merasa tidak nyamanfisik menjelang akhir kehamilan
Simpulan
Pengetahuan tentang kondisi fisiologis pada awal kehamilan penting dimiliki untuk memahami tanda dugaan (presumtive) dan tanda kemungkinan (probable)kehamilan.
Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui adanya kelainan pada kehamilan / kondisi tertentu yg dapat menimbulkan tanda/gejala khusus.
Penting bagi bidan mengetahui perubahan psikologis dasar pada ibu karena perubahan- perubahan ini dapat menjelaskan ketidaknyamanan pada kehamilan.
Evaluasi
1. Sebutkan perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester I yang terjadi pada sistem perkemihan dan persyarafan!
2. Sebutkan perubahan dan adaptasi psikologis pada trimester I, II dan III
Pengetahuan tentang kondisi fisiologis pada awal kehamilan penting dimiliki untuk memahami tanda dugaan (presumtive) dan tanda kemungkinan (probable)kehamilan.
Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui adanya kelainan pada kehamilan / kondisi tertentu yg dapat menimbulkan tanda/gejala khusus
SISTEM REPRODUKSI
1. Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium
Selama hamil estrogen dan progesteron me↑ Ã menekan sekresi FSH dan LH
Maturasi folikel, ovulasi, dan menstruasi menjdi terhenti
Setelah implantasi, ovum yang dibuahi dan vili korionik memproduksi hCG yang mempertahankan korpus luteum untuk produksi estrogen dan progesteron selama 8 - 10 minggu I kehamilan sampai plasenta dibentuk
2. Uterus
Terjadi pembesaran uterus yang terjadi akibat:
a. peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah
b. hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis yang baru) dan hipertrofi (pembesaran serabut otot dan fibroelastis yang sudah lama)
c. perkembangan desidua
Pada minggu ke-7 ukuran uterus sebesar telur ayam negeri; pada minggu ke-10 sebesar buah jeruk; minggu ke-12 sebesar grapefruit (2x jeruk biasa). Setelah bulanSetelah bulan ketiga, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanis akibat pertumbuhan janin. Kehamilan dapat terlihat setelah minggu ke-14, namun juga tergantung pada TB dan BB wanita. Postur juga mempengaruhi tipe dan derajat pembesaran abdomen
3. Vagina dan Vulva
Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat yang longgar, hipertrofi otot polos, dan pemanjangan vagina. Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina dan serviks, disebut tanda Chadwick.
Deskuamasi (eksfoliasi) sel-sel vagina yg kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen, sel-sel yg tanggal ini membentuk leukore (rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan, berbau tak enak, tidak gatal atau mengandung darah)
Selama kehamilan pH vagina menjadi lebih basa, dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat bumil lebih rentan terhadap infeksi vagina. Diet yang mengandung gula yang banyak membuat lingkungan vagina menjadi semakin cocok untuk infeksi jamur
Peningkatan vaskularisasi menyebabkan peningkatan sensitivitas yang dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya pada trimester II kehamilan
Peningkatan kongesti + relaksasi pembuluh darah dan uterus yang berat à timbul edema dan varises vulva, biasanya membaik selama periode pasca-partum
Pada nulipara, kedua labia mayora mendekat dan menutup introitus vagina; pada multipara memisah dan menganga setelah melahirkan. Sisa robekan himen terlihat setelah koitus, penggunaan tampon, atau melahirkan per vaginam
Leukore: deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi esterogen dan progesteron pada serviks.
Mukosa memenuhi saluran endoserviks membentuk sumbatan mukus, (operkulum) yang bekerja sebagai barrier thd infeksi selama masa hamil
PAYUDARA
Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara muncul sejak minggu ke-6 gestasi
Sensitivitas bervariasi, dari rasa geli ringan s.d nyeri yang tajam
Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, warna merah muda sekunder pada areola, dan puting susu menjadi lebih erektil
Hipertrofi kelenjar sebasea (lemak) yang muncul di areola primer (tuberkel Montgomery) dapat terlihat di sekitar puting susu. Kel sebasea ini berperan protektif sbg pelumas puting susu
Selama trimester I dan II ukuran payudara meningkat progresif. Hormon luteal dan plasenta menigkatkan proliferasi duktus laktiferus dan jaringan labulus-alveolar
Walaupun perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil, tetapi laktasi terhambat sampai kadar estrogen menurun, yaitu saat janin dn plasenta lahir
Namun pada akhir minggu ke-6 dapat keluar prakolostrum yang cair, jernih, dan kental. Sekresi ini mengental yang kemudian disebut kolostrum, cairan sebelum menjadi susu, berwarna krem/putih kekuningan yang dapat dikeluarkan selama trimester III
SISTEM ENDOKRIN
Kelenjar hipofisis
Kelenjar tiroid
Kelenjar paratiroid
SISTEM PERKEMIHAN
Ada sejumlah perubahan signifikan pada sistem ginjal
Bukan hanya mengelola zat- zat sisa dan kelebihan yg dihasilkan akibat peningkatan volume darah & curah jantung juga produk sisa metabolisme tapi menjadi organ utama yg mengekskresi produk sisa dari janin.
Ginjal sangat penting sebagai media yg meretensi natrium & m’pertahankan keseimbangan cairan selama kehamilan serta mempertahankan tekanan darah arteri melalui sistem renin-angiotensin
Semua komponen dalam sistem renin-angiotensin mengalami perubahan pd kehamilan normal.
Hal ini disebabkan produksi estrogen meningkat.
Pola normal berkemih wanita yg tidak hamil pd siang hari berkebalikan dengan wanita hamil. Wanita yg hamil mengumpulkan cairan (air & natrium) selama siang hari dlm bentuk edema dependen akibat tekanan uterus pd pembuluh darah panggul dan vena kava inferior dan kemudian mengeksresi cairan tsb pd malam hari (nokturia) melalui kedua ginjal ketika wanita berbaring, terutama pd posisi lateral kiri.
SISTEM PENCERNAAN
Perubahan pd saluran cerna memungkinkan pengangkutan nutrien untuk memenuhi kebutuhan ibu & janin dan perubahan ini ada dibawah pengaruh hormon & mekanis
Estrogen menyebabkan peningkatan aliran darah ke mulut hingga gusi menjadi rapuh dan timbul ginggivitis.
Saliva menjadilebih asam, tp jml tdk meningkat
Tonus pd sfingter oesofagus bagian bawah melemah di bawah pengaruh progestern, yg menyebabkan relaksasi otot polos.
Pergeseran diafragma & penekanan akibat pembesaran uterus yg diperburuk oleh hilangnya tonus sfingter menyebabkan refluks dan nyeri ulu hati
Efek progesteron pd usus halus adalah memperpanjang lama absorpsi nutrien, mineral, obat-obatan
Efek progesteron pada usus besar menyebabkan konstipasi
Usus buntu dan hati ikut menggeser akibat pembesaran uterus.
Usus buntu bergeser ke atas & samping keluar kuadran kanan bawah & dpt mencapai ketinggian batas costa kanan di atas panggul.
Estrogen mempengaruhi kandung empedu menyebabkan stasis garam empedu (kolestasispd kehamilan) ----pruritus & ikterus.
SISTEM MUSCULOSKELETAL
Lordosis merupakan gambaran yg karakteristik pada kehamilan normal.
Untuk mengkompensasi posisi anterior uterus yg membesar, lordosis menggeser pusat gravitasi ke belakang pd tungkai bawah
Mobilitas tsb mungin menyebabkan perubahan postur ibu, tidak nyaman di punggung bagian bawah.
Selama trim akhir kehamilan muncul rasa pegal,mati rasa & lemah.
SISTEM KARDIOVASKULER
Disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen, progesteron, prostaglandin.
Akan normal setelah kehamilan berakhir
Volume darah meningkat 30-50% pada kehamilan tunggal, dan 50% pada kehamilan kembar.
Peningkatan volume darah total dimulai pada awal trim I, meningkat pesat sampai pertengahan kehamilan & melambat hingga menjelang minggu ke-32.
Volume darah total merupakan kombinasi volume plasma 75% & volume sel darah merah 33% dari sebelum hamil
Postur & posisi tubuh wanita hamil mempengaruhi distribusi cairan & tekanan arteri sekaligus tekanan vena.
Penurunan darah terjadi setelah berada pada posisi berbaring selama 1 jam/lebih
SISTEM INTEGUMEN
Perubahan integumen selama hamil disebabkan oleh
perubahan keseimbangan hormon dan peregangan
mekanis
☺ Perubahan yang umum timbul: peningkatan ketebalan kulit dan lemak subdermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktivitas vasomotor
☺ Jaringan elastis kulit mudah pecah, menyebabkan stria gravidarum, atau tanda regangan. Respon alergi kulit meningkat. Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil, cth pigmentasi pada wajah (kloasma)
☺ Stria gravidarum atau tanda regangan terlihat di bawah abdomen disebabkan kerja adenokortikosteroid METABOLISME
Pertambahan berat badan selama hamil karena uterus & isinya, payudara & peningkatan volume darah, cairan ekstraselluler akstravaskuler.
Sebagian kecil pertambahan BB karena perubahan metabolik yg menyebabkan pertambahan air seluler dan penumpukan lemak & protein baru yg disebut cadangan ibu.
Metabolisme air. Peningkatan retensi air adalah suatu perubahan fisiologis yg normal pd kehamilan.
Saat aterm, kandungan air, janin, plasenta sekitar 3,51. jumlah minimum air ekstra yg dpt disimpan rata-rata wanita hamil normal sekitar 6,51. Pitting edema dilihat di pergelangan kaki & tungkai bawah. Hal ini karena peningkatan tekanan vena di bagian yg lebih rendah dari uterus aklibat oklusi parsial vena kava.
Metabolisme protein. Produk konsepsi seperti uterus & darah ibu relatif kaya protein daripada lemak/ karbohidrat.
Saat aterm berat janin & plasenta= 4 kg, mengandung 500g protein/ separuh dari pertambahan total pd kehamilan. 500g lagi ditambahkan keuterus, payudara, ke darah ibu dlm bentuk hemoglobin & protein plasma.
Metabolisme karbohidrat. Kehamilan normal ditandai dgn Hipoglikemi ringan, hiperglikemi postprandial &hiperinsulinemia
Metabolisme lemak
Metabolisme mineral
BERAT BADAN DAN INDEKS MASA TUBUH (IMT)
Satu langkah paling penting bagi wanita dalam mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit kronis yaitu dengan mempertahankan berat badan yang sehat.
Obesitas telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian dislipidemia, hipertensi, diabetes, stroke, penyakit saluran empedu, osteoartritis, apnea saat tidor & kanker kolon.
Wanita obes berisiko mengalami hasil kehamilan yang buruk, keguguran, sindrom polikistik ovarium, serta kanker ovarium dan payudara.
Perhitungan IMT ;
Klasifikasi IMT
IMT
Berat badan kurang < 18,5 kg/m²
Berat badan normal 18,5-24,9 kg/m²
Berat badan berlebih 25-29,9 kg/m²
Obesitas kelas 1 30-34,9 kg/m²
Obesitas kelas 2 35-39,9 kg/m²
Obesitas kelas 3 ≥ 40 kg/m²
SISTEM PERNAFASAN
Diafragma naik 4 cm selama kehamilan
Penyimpangan diafragma selama hamil lebih besar dibanding tidak hamil
Pada semua tahap kehamilan normal, banyaknya oksigen yg dialirkan ke paru melalui peningkatan volume tidal melebihi kebutuhan oksigen yg ditimbulkan oleh kehamilan. Jumlah Hb dalam sirkulasi dan kapasitas pembawa oksigen total meningkat selama kehamilan normal, seperti curah jantung. Akibatnya perbedaan oksigen arteriovena menurun.
SISTEM PERSYARAFAN
Wanita hamil sering mengeluh masalah pemusatan perhatian, konsentrasi dan memori selama kehamilan & nifas awal
Mulai usia gestasi 12 minggu dan terus berlanjut hingga 2 bulan pertama pascapartum, wanita mulai kesulitan untuk mulai tidur, sering terbangun, jam tidur malam lebih sedikit, serta efisiensi tidur yg berkurang Swain dkk., 1997;Lee dkk., 2000.
Gangguan tidur terbesar terjadi pascapart
PERUBAHAN & ADAPTASI PSIKOLOGI PADA MASA KEHAMILAN TRIMESTER I,II, III
• Penting bagi bidan mengetahui perubahan psikologis dasar pada ibu karena perubahan- perubahan ini dapat menjelaskan ketidaknyamanan pada kehamilan.
• Wanita hamil memiliki kondisi yg sangat rapuh. Sangat takut kematian baik pada dirinya sendiri/bayinya.
• Semua emosi yg dirasakan wanita hamil cukup labil. Ia menjadi sangat sensitif & reaksi cenderung berlebihan.
Trimester I
Trimester I sering dianggap sebagai periode penyesuaian. Yaitu kenyataan bahwa wanita sedang mengandung.
Penerimaan terhadap kenyataan ini dan arti semua ini merupakan tugas psikologis yang paling penting dalam trimester pertama kehamilan.
Merasa ambivalen. Karena fokus terhadap dirinya sendiri
80% wanita merasa kecewa, penolakan, kecemasan, depresi & kesedihan.
Berat badan menjadi bermakna untuk membuktikan kehamilannya
Validasi kehamilan dilakukan berulang- ulang
Kehamilan merupakan rahasianya sendiri
Hasrat seksual wanita bervariasi (secara umum terjadi penurunan libido) wania butuh kasih sayang & perhatian yg lebih tanpa seks.
Trimester II
Trimester II sering disebut periode kesehatan yg baik, yakni periode ketika wanita merasa nyaman & bebas dari segala ketidaknyamanan yg normal dialami saat hamil.
Merupakan fase ketika wanita menelusur kedalam & paling banyak mengalami kemunduran.
Ada 2 fase, yaitu pra-quickening dan pasca-quickening.
Quickening menunjukan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yg menjadi dorongan bagi wanita dalam melaksanakan tugas psiklogisnya pd trim II, yaitu mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya, yg berbeda dari ibunya.
Terjadi evolusi bahwa wanita tersebut mulai dari jadi seorang penerima kasihsayang & perhatian dari ibunya kemudian menjadi pemberi kasihsayang & perhatian (persiapan untuk menjadi seorang ibu)
Kontak sosial berubah
Sebagian besar wanita merasa lebih erotis
Kurang lebih 80% wanita mengalami kemajuan nyata dlm hub seks dibanding
Telah mengalami perubahan dari seorang g menuntut kasihsayang dari ibunya menjadi mencari kasihsayang dari pasangannya------ mempengaruhi libido & kepuasan seksual
Trimester III
Trimester III sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan
Wanita mulai menyadari kehadiranbayi sebagai mahluk yg terpisah sehingga ia tidak sabar menanti kehadiran sang bayi.
Merupakan waktu, persiapan yg aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi & menjadi orangtua sementara perhatian wanita terfokus pada bayi yang segera akan dilahirkan
Sejumlah ketakutan muncul, seperti apa keadaan bayi yang akan dilahirkan, bagaimana sakit persalinan.
Wanita akan mengalami proses duka ketika ia mengantisipasi hilangnya perhatian & hak istimewa khusus selama hamil, perpisahan dengan bayi yg tak dapat dihindari.
Depresi, menutup diri
Hasrat seks berkurang karena perutnya semakin membesar menjadi penghalang. Wanita merasa tidak nyamanfisik menjelang akhir kehamilan
Simpulan
Pengetahuan tentang kondisi fisiologis pada awal kehamilan penting dimiliki untuk memahami tanda dugaan (presumtive) dan tanda kemungkinan (probable)kehamilan.
Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui adanya kelainan pada kehamilan / kondisi tertentu yg dapat menimbulkan tanda/gejala khusus.
Penting bagi bidan mengetahui perubahan psikologis dasar pada ibu karena perubahan- perubahan ini dapat menjelaskan ketidaknyamanan pada kehamilan.
Evaluasi
1. Sebutkan perubahan fisiologis pada ibu hamil trimester I yang terjadi pada sistem perkemihan dan persyarafan!
2. Sebutkan perubahan dan adaptasi psikologis pada trimester I, II dan III
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IBU HAMIL
Faktor Fisik
Kehamilan perubahan adaptasi thd p’tumbuhan janin & fisik ibu slama hamil
Status kesehatan
Status kesehatan ibu : PMS, peny. Berat, riwayat penggunaan obat-obatan, keguguran, riwayat melahirkan bayi besar/prematur, riwayat SC
• Status kesehatan keluarga : TBC
kesehatan ibu :
Anemia, hiperemesis gravidarum, infeksi
Status gizi
☻ Kurang gizi dpt menyebabkan ggn pertumbuhan bayi bahkan bayi lahir cacat
☻ Makanan yg baik tidak hny diperlukan saat kehamilan namun juga sebelum kehamilan
☻ Pola makan seimbang
☻ Pilih makanan dari 4 kelomp mkn bergizi : daging, buah&sayuran, roti, susu
Pada kunjungan pertama, bidan hendaknya menggali kebiasaan makan pada ibu hamil :
pekerjaan
Jenis makanan yang tersedia
Fasilitas tempat makanan
Bahan pokok, cara memasak (pengolahan)
Sumber air
Makanan favorit
Pengetahuan klien
Kondisi yang mempengaruhi nutrisi pada bumil
• Kondisi sosial – ekonomi
• Kebiasaan diet
• Kondisi psikologis/ fisik yang abnormal
Selama kehamilan, kebutuhan kalori harus ditambah agar tersedia zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan janin.
wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. hindari makanan yang mengandung bahan pengawet, rokok, kafein, dll
Nutrisi berpengaruh pada kondisi ibu dan janin :
• Pada ibu
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mengakibatkan : anemia, abortus
• Pada janin
BBLR, IUGR, IUFD
Life style (gaya hidup)
• Substance abuse, didefinisikan sbg pola psikoaktif dari penggunaan zat/bahan yang berisiko bagi kesehatan
• Zat bahannya dapat berupa kefein, tembakau, obat-obatan terlarang
1. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang dapat menimbulkan stres yang nantinya mengganggu perkembangan janin, insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang. Kafein dg dosis tinggi sering menyebabkan tchicardi pada janin
2. Tembakau, ibu yang merokok selama kehamilan sering mengandung bayi lebih kecil, abortus spontan, masalah pernapasan pada BBL, meningkatkan heart rate
3. Alkohol, dampak yang diakibatkan karena mengkonsumsi alkohol diantaranya kerusakan janin pada awal kehamilan, kelainan pertumbuhan, disfungsi SSP, jantung abnormal
4. Marijuana (ganja), kandungan tar nya jauh lebih tinggi daripada rokok sehingga bagi wanita akan mengakibatkan terganggunya sel telur, menghambat perkembangan janin, BBLR, kematian janin.
Beberapa hal yg harus diperhatikan sehubungan dg “subtance abuse”
• Anamnesa
• Screening tes dari obat-obatan terlarang
• Pemeriksaan USG
• Konseling yang tepat untuk menghentikan kecanduan
• Ketika efek/bahaya dari penggunaan obat-obatan terlarang berlanjut sampai periode postpartum, maka ibu tidak dianjurkan memberikan ASI
• Kolaborasi dg petugas kesehatan lain
kehamilan tidak diinginkan (KTD)
Faktor-faktor penyebab KTD
• Hamil diluar nikah
• Hamil akibat perkosaan
• Kegagalan kontrasepsi
Risiko dari KTD
• Segi medis, dampak pada bayi : BBLR
Dampak ibu : abortus, kebutuhan nutrisi kurang
• Segi sosial : masa depan anak terlantar, nutrisi anak kurang, tidak memperoleh kasih sayang
Faktor Psikologis
internal
• Sressor
eksternal
• Support/dukungan keluarga dan suami
• Subtance abuse
Pola psikoaktif dari penggunaan zat/bahan yang berisiko bagi kesehatan
• Partner abuse
Faktor Psikologis
A. Stresor internal dan eksternal
TM I
TM II PSIKOLOGIS
TM III
Penelitian menunjukan wanita hamil dengan tekanan pribadi secara terus menerus memiliki risiko >50% melahirkan anak dengancacat fisik
B. KELUARGA :
PERANAN KELUARGA DAN SUAMI Ã TINDAKAN NYATA MEMBERIKAN RASA TENANG & NYAMAN Ã KEHAMILAN SEHAT
PARTNER ABUSE
Partner :pasangan , Abuse : penyalah gunaan
KDRT : Trauma fisik dan mental
Faktor Lingkungan, sosial, budaya, ekonomi
• Kebiasaan adat istiadat
• Fasilitas kesehatan : RS, PKM, tenaga kesehatan (bidan)
• Ekonomi ibu dan keluarga
• Sikap bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kpd pasien
Alasan tidak digunakan :
• Tidak sadar hamil
• Biaya
• Tidak ada penjaga anak
• Transport
• Dianggap kurang penting bila kehamilan ke-2
Ekonomi
à Kemampuan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan ibu dalam hal :
- Nutrisi
- Akses tenaga kesehatan
kesimpulan
• Bidan harus mampu mengenali faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada suatu kehamilan.
• Asuhan tidak hanya berfokus pada satu faktor, misalnya kesehatan saja, Dengan demikian diharapkan kehamilan dapat dijalani dengan baik oleh setiap wanita.
Kehamilan perubahan adaptasi thd p’tumbuhan janin & fisik ibu slama hamil
Status kesehatan
Status kesehatan ibu : PMS, peny. Berat, riwayat penggunaan obat-obatan, keguguran, riwayat melahirkan bayi besar/prematur, riwayat SC
• Status kesehatan keluarga : TBC
kesehatan ibu :
Anemia, hiperemesis gravidarum, infeksi
Status gizi
☻ Kurang gizi dpt menyebabkan ggn pertumbuhan bayi bahkan bayi lahir cacat
☻ Makanan yg baik tidak hny diperlukan saat kehamilan namun juga sebelum kehamilan
☻ Pola makan seimbang
☻ Pilih makanan dari 4 kelomp mkn bergizi : daging, buah&sayuran, roti, susu
Pada kunjungan pertama, bidan hendaknya menggali kebiasaan makan pada ibu hamil :
pekerjaan
Jenis makanan yang tersedia
Fasilitas tempat makanan
Bahan pokok, cara memasak (pengolahan)
Sumber air
Makanan favorit
Pengetahuan klien
Kondisi yang mempengaruhi nutrisi pada bumil
• Kondisi sosial – ekonomi
• Kebiasaan diet
• Kondisi psikologis/ fisik yang abnormal
Selama kehamilan, kebutuhan kalori harus ditambah agar tersedia zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan janin.
wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk buah-buahan dan sayur-sayuran. hindari makanan yang mengandung bahan pengawet, rokok, kafein, dll
Nutrisi berpengaruh pada kondisi ibu dan janin :
• Pada ibu
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mengakibatkan : anemia, abortus
• Pada janin
BBLR, IUGR, IUFD
Life style (gaya hidup)
• Substance abuse, didefinisikan sbg pola psikoaktif dari penggunaan zat/bahan yang berisiko bagi kesehatan
• Zat bahannya dapat berupa kefein, tembakau, obat-obatan terlarang
1. Kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh ibu, yang dapat menimbulkan stres yang nantinya mengganggu perkembangan janin, insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang. Kafein dg dosis tinggi sering menyebabkan tchicardi pada janin
2. Tembakau, ibu yang merokok selama kehamilan sering mengandung bayi lebih kecil, abortus spontan, masalah pernapasan pada BBL, meningkatkan heart rate
3. Alkohol, dampak yang diakibatkan karena mengkonsumsi alkohol diantaranya kerusakan janin pada awal kehamilan, kelainan pertumbuhan, disfungsi SSP, jantung abnormal
4. Marijuana (ganja), kandungan tar nya jauh lebih tinggi daripada rokok sehingga bagi wanita akan mengakibatkan terganggunya sel telur, menghambat perkembangan janin, BBLR, kematian janin.
Beberapa hal yg harus diperhatikan sehubungan dg “subtance abuse”
• Anamnesa
• Screening tes dari obat-obatan terlarang
• Pemeriksaan USG
• Konseling yang tepat untuk menghentikan kecanduan
• Ketika efek/bahaya dari penggunaan obat-obatan terlarang berlanjut sampai periode postpartum, maka ibu tidak dianjurkan memberikan ASI
• Kolaborasi dg petugas kesehatan lain
kehamilan tidak diinginkan (KTD)
Faktor-faktor penyebab KTD
• Hamil diluar nikah
• Hamil akibat perkosaan
• Kegagalan kontrasepsi
Risiko dari KTD
• Segi medis, dampak pada bayi : BBLR
Dampak ibu : abortus, kebutuhan nutrisi kurang
• Segi sosial : masa depan anak terlantar, nutrisi anak kurang, tidak memperoleh kasih sayang
Faktor Psikologis
internal
• Sressor
eksternal
• Support/dukungan keluarga dan suami
• Subtance abuse
Pola psikoaktif dari penggunaan zat/bahan yang berisiko bagi kesehatan
• Partner abuse
Faktor Psikologis
A. Stresor internal dan eksternal
TM I
TM II PSIKOLOGIS
TM III
Penelitian menunjukan wanita hamil dengan tekanan pribadi secara terus menerus memiliki risiko >50% melahirkan anak dengancacat fisik
B. KELUARGA :
PERANAN KELUARGA DAN SUAMI Ã TINDAKAN NYATA MEMBERIKAN RASA TENANG & NYAMAN Ã KEHAMILAN SEHAT
PARTNER ABUSE
Partner :pasangan , Abuse : penyalah gunaan
KDRT : Trauma fisik dan mental
Faktor Lingkungan, sosial, budaya, ekonomi
• Kebiasaan adat istiadat
• Fasilitas kesehatan : RS, PKM, tenaga kesehatan (bidan)
• Ekonomi ibu dan keluarga
• Sikap bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kpd pasien
Alasan tidak digunakan :
• Tidak sadar hamil
• Biaya
• Tidak ada penjaga anak
• Transport
• Dianggap kurang penting bila kehamilan ke-2
Ekonomi
à Kemampuan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan ibu dalam hal :
- Nutrisi
- Akses tenaga kesehatan
kesimpulan
• Bidan harus mampu mengenali faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada suatu kehamilan.
• Asuhan tidak hanya berfokus pada satu faktor, misalnya kesehatan saja, Dengan demikian diharapkan kehamilan dapat dijalani dengan baik oleh setiap wanita.
Konsep dasar asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan
Definisi persalinan
● Proses pergerakan keluar janin, plasenta dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir (Bobak, 2005)
● Suatu proses fisiologik yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui jalan lahir (Hacker, Moore, 2001)
Bentuk Persalinan
● Persalinan spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
● Persalinan buatan adalah persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar misal , ekstraksi dengan forceps atau operasi SC.
● Persalinan anjuran adalah persalinan yang dimulai setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.
Selama kehamilan terdapat kontraksi – kontraksi uterus, yang dikenal sebagai ,
Kontraksi Braxton Hicks.
Sebab – sebab mulainya persalinan
a. Perubahan kadar hormon
Perubahan kadar hormon mungkin disebabkan oleh penuaan plasenta dan terjadi sebagai berikut :
• Kadar progesterone menurun (relaksasi otot rahim)
• Kadar estrogen dan prostaglandin meninggi, sehingga menyebabkan kontraksi otot-otot rahim
• Oksitosin pituitary dilepaskan (pada kebanyakan kelahiran, produksi hormon ini akan disupresi)
b. Keregangan otot-otot
Karena isinya yang bertambah, mengakibatkan uterus teregang sehingga dapat menimbulkan kontraksi
c. Pengaruh janin
Kalau janin sudah mencapai batas perrtumbuhannya didalam uterus, ia akan menyebabkan :
• Peningkatan tekanan dan ketegangan pada dinding uterus
• Pengaruh dari hypofise dan kelenjar suprarenal dari janin
• Stimulasi dinding uterus yang tegang tersebut sehingga timbul kontraksi
d. Faktor-faktor lain
• Ketika selaput amnion pecah menimbulkan penurunan tekanan dari janin
• Gangguan emosional yang kuat (lewat konteks hypothalamus-hipofise) dapat menyebabkan pelepasan oksitosin
Tahapan Persalinan
Kala I
Dimulai pada saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini dibagi menjadi 2 fase, Yaitu fase laten (8 jam) servix membuka sampai 3 cm dan fase aktif (7 jam) serviks membuka dari 4 cm sampai 10 cm (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Pada fase aktif :
1. Fase akselerasi (2jam) terjadi pembukaan sampai 4 cm
2. Fase dilatasi maksimal (2 jam) terjadi pembukaan sampai 9 cm
3. Fase deselerasi (2 jam) terjadi pembukaan sampai 10 cm
Perubahan pada uterus :
1. Kontraksi berawal dari salah satu cornu, kemudian menyebar kesamping dan ke bawah. Namun pada puncak kontraksi dapat dirasakan pada seluruh bagian uterus dan menghilang kemudian muncul kembali. Akhir kala I interval kontraksi 2-3 menit dengan lama kontraksi 50-60 detik
2. Segmen atas dan bawah rahim terbentuk pada akhir kehamilan Segmen Atas Rahim (SAR) berguna untuk kontraksi dan ototnya menebal sedangkan Segmen Bawah Rahim (SBR) mempersiapkan peregangan dan pembukaan servik sehingga semakin tipis
3. Penipisan serviks. Pada primi sebelum terjadi pembukaan di dahului oleh penipisan serviks dalam waktu 13 – 14 jam, sedangkan pada multigravida pembukaan dan penipisan terjadi secara bersamaan (6-7 jam)
4. Pembukaan cervik. Pembukaan terjadi akibat dari kontraksi uterus serta tekanan yang berlawanan dari kantong membran dan bagian bawah janin. Kepala janin yang fleksi akan membantu pembukaan yang efisien.
Kala II
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahir bayi (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Setelah pembukaan lengkap kepala janin turun masuk PAP dan akan menimbulkan rasa mengedan. Biasanya ibu merasa ingin buang air besar, karena tekanan pada rectum dengan tanda anus membuka. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan denan tanda vulva membuka dan perineum menonjol. Dengan his mengedan yang terpimpin maka lahirlah kepala janin dan disusul seluruh badan janin
Pada primi 1 ½ - 2 jam, sedangkan pada multi ½ - 1 jam
Kala III
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Perubahan fisiologis kala III
3 fase pada kala III, yaitu :
1. Fase pelepasan plasenta.
Setelah bayi lahir rahim mengecil, karena pengecilan rahim tempat perlekatan plasenta juga mengecil sehingga mengakibatkan plasenta sedikit demi sedikit lepas dari dinding rahim
Kemudian terjadi haematom antara plasenta dengan desidua basalis yang mengakibatkan pelepasan meluas (lamanya 4-5 menit)
Pelepasan plasenta ada 2 macam :
- Pelepasan secara schultze : Pelepasan dimulai pada bagian tengah, tidak ada perdarahan sebelum plasenta lahir
- Pelepasan secara Duncan : Pelepasan dimulai dari pinggir plasenta
2. Fase pengeluaran plasenta
Setelah plasenta lepas, karena kontraksi dan retraksi otot rahim plasenta terdorong kedalam segmen bawah rahim (SBR) kemudian plasenta didorong keluar oleh tenaga mengejan
Manajemen aktif kala III :
1. Pemberian oksitoksin segera
2. PTT (perengan tali pusat terkendali)
3. Massage uterus
Keuntungan manajemen aktif kala III :
- Kala III lebih singkat
- Mengurangi jumlah kehilangan darah
- Mengurangi kejadian retensio plasenta
Kala IV
Dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam setelah post partum (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Perubahan fisiologis kala IV selama 2 jam pertama, organ-organ ibu mengalami penyesuaian awal terhadap keadaan tidak hamil dan sistem tubuh mulai stabil.
Asuhan yang diberikan :
1. Observasi perdarahan post partum
2. Penjahitan robekan perineum
3. Memeriksa bayi
Tanda-tanda permulaan Persalinan
a. Terjadi lightening
Menjelang minggu ke-36, pada primigravida terjadi penurunan fundus uteri karena kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul, sedangkan pada multi tidak kentara yang disebabkan oleh:
• Kontraksi brakston hicks
• Ketegangan dinding perut
• Ketegangan ligamentum rotundum
• Gaya berat janin dimana kepala kearah bawah
b. Perut lebih melebar dan fundus uteri turun
c Polakisuria
Perasaan sering/susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin
d. False labour pains ( Perasaan sakit diperut dan pinggang )
e. Keluar bloody show
Tanda-tanda in partu :
1. His yang makin kuat, sering dan teratur
2. Keluar lender bercampur darah (show) karena robekan-robekan kecil pada serviks
3. Kadang-kadang ketuban pecah
4. Pada PD : serviks mendatar dan terjadi pembukaan
● Proses pergerakan keluar janin, plasenta dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir (Bobak, 2005)
● Suatu proses fisiologik yang memungkinkan serangkaian perubahan yang besar pada ibu untuk dapat melahirkan janinnya melalui jalan lahir (Hacker, Moore, 2001)
Bentuk Persalinan
● Persalinan spontan adalah persalinan yang berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
● Persalinan buatan adalah persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar misal , ekstraksi dengan forceps atau operasi SC.
● Persalinan anjuran adalah persalinan yang dimulai setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.
Selama kehamilan terdapat kontraksi – kontraksi uterus, yang dikenal sebagai ,
Kontraksi Braxton Hicks.
Sebab – sebab mulainya persalinan
a. Perubahan kadar hormon
Perubahan kadar hormon mungkin disebabkan oleh penuaan plasenta dan terjadi sebagai berikut :
• Kadar progesterone menurun (relaksasi otot rahim)
• Kadar estrogen dan prostaglandin meninggi, sehingga menyebabkan kontraksi otot-otot rahim
• Oksitosin pituitary dilepaskan (pada kebanyakan kelahiran, produksi hormon ini akan disupresi)
b. Keregangan otot-otot
Karena isinya yang bertambah, mengakibatkan uterus teregang sehingga dapat menimbulkan kontraksi
c. Pengaruh janin
Kalau janin sudah mencapai batas perrtumbuhannya didalam uterus, ia akan menyebabkan :
• Peningkatan tekanan dan ketegangan pada dinding uterus
• Pengaruh dari hypofise dan kelenjar suprarenal dari janin
• Stimulasi dinding uterus yang tegang tersebut sehingga timbul kontraksi
d. Faktor-faktor lain
• Ketika selaput amnion pecah menimbulkan penurunan tekanan dari janin
• Gangguan emosional yang kuat (lewat konteks hypothalamus-hipofise) dapat menyebabkan pelepasan oksitosin
Tahapan Persalinan
Kala I
Dimulai pada saat persalinan sampai pembukaan lengkap (10 cm). Proses ini dibagi menjadi 2 fase, Yaitu fase laten (8 jam) servix membuka sampai 3 cm dan fase aktif (7 jam) serviks membuka dari 4 cm sampai 10 cm (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Pada fase aktif :
1. Fase akselerasi (2jam) terjadi pembukaan sampai 4 cm
2. Fase dilatasi maksimal (2 jam) terjadi pembukaan sampai 9 cm
3. Fase deselerasi (2 jam) terjadi pembukaan sampai 10 cm
Perubahan pada uterus :
1. Kontraksi berawal dari salah satu cornu, kemudian menyebar kesamping dan ke bawah. Namun pada puncak kontraksi dapat dirasakan pada seluruh bagian uterus dan menghilang kemudian muncul kembali. Akhir kala I interval kontraksi 2-3 menit dengan lama kontraksi 50-60 detik
2. Segmen atas dan bawah rahim terbentuk pada akhir kehamilan Segmen Atas Rahim (SAR) berguna untuk kontraksi dan ototnya menebal sedangkan Segmen Bawah Rahim (SBR) mempersiapkan peregangan dan pembukaan servik sehingga semakin tipis
3. Penipisan serviks. Pada primi sebelum terjadi pembukaan di dahului oleh penipisan serviks dalam waktu 13 – 14 jam, sedangkan pada multigravida pembukaan dan penipisan terjadi secara bersamaan (6-7 jam)
4. Pembukaan cervik. Pembukaan terjadi akibat dari kontraksi uterus serta tekanan yang berlawanan dari kantong membran dan bagian bawah janin. Kepala janin yang fleksi akan membantu pembukaan yang efisien.
Kala II
Dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahir bayi (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Setelah pembukaan lengkap kepala janin turun masuk PAP dan akan menimbulkan rasa mengedan. Biasanya ibu merasa ingin buang air besar, karena tekanan pada rectum dengan tanda anus membuka. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan denan tanda vulva membuka dan perineum menonjol. Dengan his mengedan yang terpimpin maka lahirlah kepala janin dan disusul seluruh badan janin
Pada primi 1 ½ - 2 jam, sedangkan pada multi ½ - 1 jam
Kala III
Dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Perubahan fisiologis kala III
3 fase pada kala III, yaitu :
1. Fase pelepasan plasenta.
Setelah bayi lahir rahim mengecil, karena pengecilan rahim tempat perlekatan plasenta juga mengecil sehingga mengakibatkan plasenta sedikit demi sedikit lepas dari dinding rahim
Kemudian terjadi haematom antara plasenta dengan desidua basalis yang mengakibatkan pelepasan meluas (lamanya 4-5 menit)
Pelepasan plasenta ada 2 macam :
- Pelepasan secara schultze : Pelepasan dimulai pada bagian tengah, tidak ada perdarahan sebelum plasenta lahir
- Pelepasan secara Duncan : Pelepasan dimulai dari pinggir plasenta
2. Fase pengeluaran plasenta
Setelah plasenta lepas, karena kontraksi dan retraksi otot rahim plasenta terdorong kedalam segmen bawah rahim (SBR) kemudian plasenta didorong keluar oleh tenaga mengejan
Manajemen aktif kala III :
1. Pemberian oksitoksin segera
2. PTT (perengan tali pusat terkendali)
3. Massage uterus
Keuntungan manajemen aktif kala III :
- Kala III lebih singkat
- Mengurangi jumlah kehilangan darah
- Mengurangi kejadian retensio plasenta
Kala IV
Dimulai dari lahirnya plasenta sampai 2 jam setelah post partum (Acuan Nasional Mternal dan Neonatal)
Perubahan fisiologis kala IV selama 2 jam pertama, organ-organ ibu mengalami penyesuaian awal terhadap keadaan tidak hamil dan sistem tubuh mulai stabil.
Asuhan yang diberikan :
1. Observasi perdarahan post partum
2. Penjahitan robekan perineum
3. Memeriksa bayi
Tanda-tanda permulaan Persalinan
a. Terjadi lightening
Menjelang minggu ke-36, pada primigravida terjadi penurunan fundus uteri karena kepala bayi sudah masuk pintu atas panggul, sedangkan pada multi tidak kentara yang disebabkan oleh:
• Kontraksi brakston hicks
• Ketegangan dinding perut
• Ketegangan ligamentum rotundum
• Gaya berat janin dimana kepala kearah bawah
b. Perut lebih melebar dan fundus uteri turun
c Polakisuria
Perasaan sering/susah kencing karena kandung kemih tertekan oleh bagian terbawah janin
d. False labour pains ( Perasaan sakit diperut dan pinggang )
e. Keluar bloody show
Tanda-tanda in partu :
1. His yang makin kuat, sering dan teratur
2. Keluar lender bercampur darah (show) karena robekan-robekan kecil pada serviks
3. Kadang-kadang ketuban pecah
4. Pada PD : serviks mendatar dan terjadi pembukaan
fungsi alat reproduksi
Sistem reproduksi laki-laki meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada laki-laki. Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
1. Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam laki-laki terdiri atas testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris.
Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus.
Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testosteron.
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper.
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Vesikula seminalis juga merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen, berjumlah sepasang. Menghasilkan getah berwarna kekukingan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali.Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
2. Organ Reproduksi Luar
Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).
Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur.
Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
3. Spermatogenesis
Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis.
Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus.
Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid.
Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma).
Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor. Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.
Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma. Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.
Langganan:
Postingan (Atom)